Wali Kota Semarang Tak Kan Berikan Eks Wonderia ke Pemprov, Sedang Negosiasi dengan Investor

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah mendapatkan satu investor yang bersedia mengembangkan kawasan ex Wonderia

Wali Kota Semarang Tak Kan Berikan Eks Wonderia ke Pemprov, Sedang Negosiasi dengan Investor
Tribun Jateng/dok
Lokasi wisata Wonderia 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah mendapatkan satu investor yang bersedia mengembangkan kawasan ex Wonderia. Saat ini, Pemkot masih melakukan negosiasi dengan investor tersebut.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, rencananya kawasan ex Wonderia tersebut akan dipakai untuk pusat jasa niaga. Selain itu, direncanakan juga untuk pusat penjualan kerajinan.

"Lahan ex Wonderia mau kami pakai untuk tempart jasa niaga. Kami tawarkan ke investor dan satu sudah memberi lampu hijau. Saat ini kami masih negosiasi dengan investor itu," kata Hendi, sapaannya, Senin (22/1/2018).

Polanya, nantinya akan dilakukan kerjasama dengan investor yang akan mengembangkan kawasan tersebut. Hanya saja, kerjasama nantinya tidak dengan Pemkot melainkan dengan BUMD. Untuk menunjang hal itu, Hendi mengungkapkan, sedang disiapkan administrasinya.

Selain itu, kata Hendi, lahan ex Wonderia juga akan dibuat untuk pusat penjualan kerajinan. Nantinya pusat kerajinan akan di bagian depan yang saat ini berupa lahan parkir. Rencana tersebut sebagaimana keinginan investor yang digandeng oleh Pemkot.

"Untuk pembangunan secara keseluruhan, paling lambat di 2019. Syukur-syukur sudah mulai 2018 ini," ucapnya.

Untuk sementara ini, lanjutnya, lahan tersebut dikontrak investor jangka pendek selama 4 bulan untuk dipakai pusat kuliner. Sekitar 50 UMKM kuliner pilihan akan mengisi food festival yang akan dimulai Februari besok.

Terkait wacana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah yang ingin mengambil alih pengelolaan lahan ex Wonderia yang merupakan aset Pemkot Semarang itu, Hendi mempersilakannya.

"Ya mungkin saja kalau mau diambil Pemprov. Prinsipnya kan lahan itu semua milik negara. Kalau investor dari Pemprov lebih bonafid ya gak apa-apa," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved