Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Lebak Terasa Lagi di RSUD Banyumas, Pasien Anak dan Perawat Berhamburan Keluar Gedung

Getaran gempa itu dirasakan sejumlah pasien yang di lantai dua gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Banyumas

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Pasien Thalasemia berhamburan keluar saat terjadi gempa yang terasa hingga di RSUD Banyumas. (ist) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang Lebak, Banten terasa sampai Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Getaran gempa itu dirasakan sejumlah pasien yang di lantai dua gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Banyumas, sekira pukul 13.39 Wib.

Sedikitnya tujuh anak yang sedang menjalani transfusi darah ruang Thalasemia gedung IGD dan orang tua sempat takut hingga berhamburan ke luar ruang. Sejumlah petugas medis yang merawat pasien anak itu tak kalah panik.

Mereka sama turun ke lantai pertama untuk menghindari dampak gempa.

Dalam keadaan panik, anak-anak itu dibawa keluar ruang dalam kondisi selang infus masih terpasang di lengan.

"Karena ruang Thalasemia di lantai dua jadi agak terasa getarannya,"kata Humas RSUD Banyumas, Solikin, Selasa (23/1/2018).

Beberapa perawat bersama anak-anak berusia sekitar 10-13 tahun itu sempat berlarian ke luar gedung. Mereka sempat menunggu di luar gedung selama 15 menit untuk memastikan tidak ada gempa susulan yang berpotensi membahayakan mereka.

Setelah getaran tak lagi terasa dan dipastikan tidak terjadi gempa susulan, para pasien anak ini dibawa kembali ke ruang Thalasemia untuk melanjutkan perawatan.

Solikin mengatakan, getaran gempa hanya dirasakan di lantai dua gedung IGD. Pasien di ruangan lain yang bangunannya tak bertingkat tidak merasakan getaran itu.

"Terasa tapi gak besar, karena kan pusatnya di Banten jauh, sehingga pasien kami suruh kembali ke ruangan,"katanya

Kepanikan para pasien dan sejumlah petugas medis di RSUD Banyumas saat terjadi getaran gempa wajar.

Solikin tak menampik, pasien maupun petugas medis masih agak trauma dengan bencana gempa berkekuatan 6,9 SR di selatan Jawa, 15 Desember 2017 silam.

Terlebih mereka menempati gedung yang masih tampak sisa-sisa kedahsyatan gempa kala itu.

Gedung IGD yang terdiri tiga lantai itu mengalami rusak berat akibat diguncang gempa berkekuatan 6,9 SR di selatan Jawa, 15 Desember 2017 silam.

Sejumlah ruang di gedung itu antara lain ruang cuci darah, Radiologi, dan Thalasemia mengalami retak pada tembok hingga langit-langit ambrol. Ruangan itu pun sempat tidak difungsikan karena rusak, termasuk alat medis di dalamnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved