Breaking News:

Yetty Sebut Penyidik Polda Jateng Telah Periksa Kurator Terkait Iuran BPJS Karyawan Nyonya Meneer

Sebelumnya, 82 orang buruh melaporkan Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Cahrles Saerang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng

Penulis: muh radlis | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/RADLIS
Kuasa hukum para karyawan PT Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim kuasa hukum 82 karyawan PT Nyonya Meneer masih terus memperjuangkan hak-hak karyawan yang tidak diberikan oleh perusahaan khususnya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, 82 orang buruh melaporkan Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Cahrles Saerang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

Charles dilaporkan para buruh ini atas dugaan penggelapan gaji karyawan. Gaji karyawan yang harusnya disetorkan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan diduga digelapkan Charles.

Kuasa hukum para karyawan PT Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika, mengatakan, para buruh saat ini tidak bisa menikmati layanan kesehatan serta hak hak karyawan lainnya meski gaji telah dipotong oleh pihak perusahaan.

Menurut Yetty, pihaknya telah dikirimkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

"Kami sudah dapat SP2HP dari Krimum Polda Jateng. Dari surat itu, penyidik telah memintai keterangan dari kurator," kata Yetty kepada Tribun Jateng, Selasa (23/1/2018).

Yetty mengatakan, penyidik menyambangi kurator yang berada di Jakarta untuk memintai keterangan.

"Posisi kuratornya di Jakarta, jadi penyidik yang ke sana," katanya.

Yetty menyebut, dari data yang dikeluarkan oleh KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Semarang, seluruh aset PT Nyonya Meneer telah terjual.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved