Breaking News:

Yetty Sebut Penyidik Polda Jateng Telah Periksa Kurator Terkait Iuran BPJS Karyawan Nyonya Meneer

Sebelumnya, 82 orang buruh melaporkan Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Cahrles Saerang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng

Penulis: muh radlis | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/RADLIS
Kuasa hukum para karyawan PT Nyonya Meneer, Yetty Any Ethika 

"Berarti ada dana," katanya.

Dari data tersebut, Yetty berharap seluruh utang perusahaan segera dibayarkan dan sisanya bisa diberikan kepada karyawan.

"Jadi bayar utang berapa, sisanya berapa diberikan ke karyawan. Itu hal karyawan," katanya.

Yetty berharap pihak terkait segera menyelesaikan permasalahan ini mengingat ribuan karyawan PT Nyonya Meneer tidak mendapat haknya sebagai pekerja.

"Harapan kami permasalahan ini segera diselesaikan. Hak karyawan diberikan, kasihan mereka. Tidak dapat hak, tidak dapat layanan kesehatan dan ketenagakerjaan padahal gajinya telah dipotong oleh perusahaan," katanya.

Yetty menuturkan, selain kliennya, total lebih dari seribu karyawan yang gajinya dipotong namun iuran BPJS tidak dibayarkan.

"Total 1.100 orang lebih lagi, saya memang mewakili 82 karyawan itu namun juga memperjuangkan hak hak BPJS dari seribuan lebih karyawan yang lain," katanya.

Menurut Yetty, total iuran BPJS yang "ditilep" oleh PT Nyonya Meneer mencapai Rp 13 milyar lebih.

Iuran BPJS Ketenagajerjaan dan Kesehatan untuk ribuan buruh ini tidak disetorkan sejak 2011 sementara gaji yang diterima para buruh tetap dikenakan potongan untuk iuran itu.

Apabila ditotal ribuan buruh yang tidak disetorkan iuran BPJSnya, kata Yetty, maka total uang iuran yang tidak disetorkan untuk BPJS mencapai Rp 13 milyar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved