Kasus Perampokan

Apresiasi Kinerja Polrestabes Semarang yang Cepat Tangkap Pembegal Sopir Taksi Online

Apresiasi Kinerja Polrestabes Semarang yang Cepat Tangkap Pembegal Sopir Taksi Online

Apresiasi Kinerja Polrestabes Semarang yang Cepat Tangkap Pembegal Sopir Taksi Online
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses pengungkapan pembunuhan driver Go Car yang menjadi korban pembegalan dua remaja membutuhkan waktu kurang lebih 48 jam dari peristiwa penemuan mayat korban.

Ratusan driver transportasi online yang hadir dalam press release pun mengapresiasi upaya kepolisian tersebut. Beberapa kali mereka meneriakan 'hidup polri!'

Meski demikian, Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna menjelaskan pengungkapan seharusnya bisa berjalan lebih cepat. "Pengungkapan ini kami mengikuti prosedur yang ada dari penyedia aplikasi online, Go Car," bebernya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (tribunjateng/hermawan handaka)

Ia menjelaskan jika data histori siapa yang memesan, dari mana, dan pukul berapa bisa didapat lebih awal maka proses akan lebih cepat. Bisa jadi sebelum 24 jam sudah bisa ditangkap.

"Ya karena untuk membuka histori orderan itu, kami harus langsung ke Jakarta, birokrasinya lama, padahal saat itu hari minggu," tandas Kompol Suwarna.

Terpisah, Sugiono (40) salah satu perwakilan komunitas transportasi online berharap ada keamanan lebih yang akan diberikan kepada mitra Go Car maupun Grab Car. Ia menyatakan saat ini memang sudah ada, namun ia belum paham cara kerjanya.

Kabag Operasional Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha saat memberikan pengarahan kepada sejumlah driver taksi online dan Gojek agar tertib pada saat mengikuti gelar penangkapan kasus pembunuhan terhadap pengemudi taksi online, Selasa 23 Januari 2018 di Mapolrestabes Semarang
Kabag Operasional Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha saat memberikan pengarahan kepada sejumlah driver taksi online dan Gojek agar tertib pada saat mengikuti gelar penangkapan kasus pembunuhan terhadap pengemudi taksi online, Selasa 23 Januari 2018 di Mapolrestabes Semarang (tribunjateng/hermawan handaka)

"Dari aplikasi katanya ada satgas yang saya juga nggak tahu gimana teknis kerjanya," beber Sugiono.
Untuk mengantisipasi hal serupa ia kini meminta setiap driver untuk lebih sering berkoordinasi. "Ya kami sekarang sering kontak-kontakan aja komunikasi dengan yang lain ambil penumpang di mana dan ke mana agar saling tahu," imbuh Sugiono.

Ia dan anggota komunitas saat ini akan mengawal proses hukumnya. Mereka berharap keduanya mendapat hukuman setimpal. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved