Kasus Perampokan

INI SOSOK Dua Pelajar SMK yang Tega Membunuh Sopir Taksi Online

INI SOSOK Dua Pelajar SMK yang Tega Membunuh Sopir Taksi Online. Orangtua pelaku adalah PNS

INI SOSOK Dua Pelajar SMK yang Tega Membunuh Sopir Taksi Online
tribunjateng/ist
Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan pengemudi angkutan online mendatangi Polrestabes Semarang, Selasa (23/1). Mereka ingin menyaksikan secara langsung dua pembunuh sopir taksi online yang mayatnya ditemukan diJalan Cendana Selatan IV, Sambiroto, Tembalang, Sabtu (20/1) lalu.

Ada dua tersangka yang berhasil diringkus kepolisian Senin (22/1) malam. Mereka ialah DIR dan dan IBR yang masih berusia 16 tahun. IBR (15) warga Barusari, Semarang Selatan dan DIR (15) warga Kembang Arum, Semarang Barat

Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji gelar perkara kasus pembegalan terhadap driver Go Car. Pelaku adalah dua pelajar SMK Negeri di Kota Semarang, 23 Januari 2018
Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji gelar perkara kasus pembegalan terhadap driver Go Car. Pelaku adalah dua pelajar SMK Negeri di Kota Semarang, 23 Januari 2018 (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Dua remaja itu merupakan satu kelas di SMKN 5 Semarang. Keduanya dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar Polrestabes Selasa siang kemarin.

Sekitar pukul 10.30, keduanya dihadirkan di hadapan publik. Dengan mengenakan topeng hitam mereka tampak berjalan tegap. Ratusan pengemudi transportasi online kemudian berteriak-teriak meminta topeng yang menutupi wajah pelaku dibuka.

Namun permintaan itu tidak diladeni karena keduanya masih berusia di bawah 17 tahun. Kepada polisi, dua remaja itu mengaku tega melakukan penggorokan dan mengambil mobil karena menunggak SPP.
Meski demikian, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji menyatakan masih mendalami motif dari pelaku. Ia juga sudah mengundang orangtua keduanya.

"Orangtuanya mampu, dan mengaku rutin memberikan uang SPP, nah ini nanti akan kami kembangkan, karena keduanya saat ini ketika diinterogasi masih saling melempar," jelang Abioso.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (tribunjateng/hermawan handaka)

Hal itu juga tercermin saat keduanya ditanyai siapa yang melakukan eksekusi terhadap sopir taksi online bernama Deni Setiawan. DIR dan IBR saling tunjuk meski diinterogasi di ruang terpisah.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku melakukan order pada hari Sabtu (20/1) pukul 20.00 dari rumah IBR di daerah Lemah Gempal, Semarang Selatan. Keduanya pesan taksi online dengan tujuan Sambiroto, Tembalang.

"Sesampai di depan Citra Grand mereka eksekusi, satu duduk di samping sopir, satu di belakang, yang di depan bertugas mengajak ngobrol, yang belakang eksekusi," imbuh pria yang akrab disapa Abi tersebut.
Ia menjelaskan posisi korban tidak bisa berbuat banyak dan melakukan perlawanan karena sedang menggunakansafety beltdan konsentrasi mengemudi.

Usai mengeksekusi keduanya lalu mengambil identitas dan segala barang milik korban kemudian membuang jasadnya di Jalan Cendana Selatan IV, Sambiroto, Tembalang.
"Dipilih lokasi itu karena ayah IBR ini tinggal di sana, jadi dia menganggap tahu beberapa lokasi sepi di sana," bebernya.

Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. Pelaku berusia 16 tahun
Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. Pelaku berusia 16 tahun (tribunjateng/ist)
Halaman
123
Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved