Jalur Rel Kereta Api Bandara-Stasiun Solo Balapan Belum Selesai, Pembebasan Lahan di Pengadilan

Sunu memaparkan musyawarah telah diselenggarakan di pendapa kantor Kelurahan Kadipiro, 18 Desember 2017 lalu.

Jalur Rel Kereta Api Bandara-Stasiun Solo Balapan Belum Selesai, Pembebasan Lahan di Pengadilan
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Jalur kereta api 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tim pengadaan tanah proyek pembangunan jalur rel kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan segera melimpahkan proses pembebasan puluhan petak lahan di Kadipiro, kepada pihak pengadilan.

Adapun pelimpahan ini dilakukan sebab tenggat pengumpulan berkas persetujuan atas tawaran kompensasi dari pemerintah kepada warga telah habis.

"Jadi masih ada 23 bidang yang belum dibebaskan," ungkap Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah, Sunu Duto Widjomarmo, Rabu (24/1/2018).

Ia menyatakan, merujuk UU Nomor 2/2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, tenggat waktu dihitung 14 hari sejak musyawarah ganti rugi diselenggarakan tim pengadaan tanah.

Sunu memaparkan musyawarah telah diselenggarakan di pendapa kantor Kelurahan Kadipiro, 18 Desember 2017 lalu.

"Proses musyawarah ganti rugi nantinya berlangsung dengan pihak pengadilan. Mekasismenya seperti itu. Prinsipnya musyawarah ganti rugi sudah diselenggarakan. Jika ada pemilik tanah yang masih keberatan dengan tawaran kompensasi, silakan saja," paparnya.

Baca: Alasan Kenapa Lahan SPBU Jongke Solo Disegel Pemkot Solo

Dirinya pun mengaku bahwa tetap akan ada kemungkinan pemilik lahan yang setuju dengan kompensasi itu bertambah, usai pelimpahan berkas tersebut.

"Mungkin dalam proses tersebut ada pemilik lahan yang berubah pikiran, maka ganti rugi bisa dibayarkan. Tentunya dengan nilai kompensasi yang sesuai taksiran tim appraisal," kata Sunu.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved