Menteri Agama Jelaskan Faktor-Faktor yang Membuat Biaya Ibadah Haji Meningkat

Namun ia mengungkapkan bahwa usulan yang diajukan telah diperhitungkan dan akan dikaji lebih lanjut

Menteri Agama Jelaskan Faktor-Faktor yang Membuat Biaya Ibadah Haji Meningkat
TRIBUN JATENG/YASMINE AULIA
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Naiknya biaya ibadah haji tahun 2018 ini dikabarkan mencapai Rp. 900,000,00 atau 2,58 persen dibanding tahun lalu.

Menurut Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, jumlah tersebut masih ringan dibandingkan pajak di negara lain seperti Arab Saudi yang mencapai lima persen.

"Ada tiga hal yang menyebabkan kenaikan dana haji terkait akomodasi, pajak dan bahan bakar," ujar Lukman saat berada di Wisma Perdamaian, Rabu (24/1/2018).

Baca: Menteri Agama: Jangan Jauhi Keberadaan LGBT

Lukman mengungkapkan bahwa ada kecenderungan biaya avtur sebagai bahan bakar pesawat akan naik.

Perihal kedua terkait kebijakan pajak operasional selama musim haji dari kerajaan Arab Saudi sebesar lima persen.

"Pajak haji itu meliputi biaya akomodasi makan para jemaah, ongkos transportasi sampai penginapan di hotel," tuturnya.

Selain itu, penambahan layanan makanan di Makkah yang semula 20 kali tahun ini akan naik menjadi 50 kali.

"Usulan terkait kenaikan biaya tersebut sedang dikaji oleh DPR RI termasuk apakah ada pihak-pihak yang keberatan atau tidak," ujar Menteri Agama RI menutup sesi wawancara.

Lukman sendiri mengaku belum tahu nantinya biaya haji akan naik berapa banyak.

Namun ia mengungkapkan bahwa usulan yang diajukan telah diperhitungkan dan akan dikaji lebih lanjut.(*)

Penulis: Yasmine Aulia
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved