Amin Minta Pilgub Jateng 2018 Bersih dari ASN

Kepemimpinan Bersih dari ASN (aparatur sipil negara) Jawa Tengah, perlu digelorakan

Amin Minta Pilgub Jateng 2018 Bersih dari ASN
tribunjateng/m nur huda
Ganjar Pranowo dan Sudirman Said 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemilihan pilgub jateng 2018 tinggal menghitung hari.

Kepemimpinan Bersih dari ASN (aparatur sipil negara) Jawa Tengah, perlu digelorakan dan semua eleman masyarakat harus sadar ketika politik bersih dari ASN maka akan melahirkan pemimpin bersih juga dalam menjalankan roda kepemimpinan lima tahun kedepan. 

Amin Suryanto, Direktur Jateng Institute meminta seluruh partai politik dan elemen demokrasi untuk mewujudkan pemimpin yang ideal bagi rakyat pada Pilgub Jateng 2018 tanpa ada politik transaksional.

Amin menambahkan bahwa pemimpin bersih itu harus memenuhi prinsip partisipasi masyarakat, transparansi, integritas, prestasi dan rekam jejak yang baik, guna terwujudnya kepemimpinan bersih sesuai harapan dan kebaikan rakyat Jawa Tengah.

Sekarang ini politik bersih belum masuk di hati masyarakat, sehingga mengajak anak muda untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, supaya jangan sampai terjebak dalam politik transaksional.

Dijelaskan, politik itu sebenarnya indah dan nyaman jika tidak meninggalkan norma-norma dan etika politik.

Namun karena adanya kepentingan dalam kekuasaan maka jalan pintas dari segelintir orang sehingga tetap dilakukan.

‘’Ini menjadi tantangan berat bagi generasi muda untuk bisa melakukan perubahan. ’Pemimpin Jawa Tengah hasil Pilgub 2018 saat ini harus bersih, memiliki rekam jejak yang jelas serta mampu mengemban amanah.

Siapapun yang nanti antara Sudirman-Ida fauziah dan Ganjar-Gus yasin menjadi pemimpin Jawa Tengah mendatang harus berpihak kepada rakyat, memiliki rekam jejak yang baik.

Untuk membangun politik bersih bisa dikerjakan bersama, dengan mengembalikan esensi politik bukan hanya untuk segelintir orang tapi masyarakat harus diposisikan sebagai subyek politik bukan objek, dan ini harus kita bangun," ujarnya.

Amin menambahkan di pigub-pilgub Jateng sebelumnya yang mungkin masih banyak money politik.

Dalam pilgub jateng kali ini harapannya bisa bersih.

''Rakyat sering dijadikan objek atau sasaran pemenuhan ambisi elit politik, tanpa ikut berpartisipasi dalam penentuan calon gubernur," ujarnya.

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved