Breaking News:

Pesawat Tanpa Awak Buatan Indonesia Pantau Sawah Siap Panen di Kudus (Video)

Sekali terbang, pesawat ini mampu memonitor 200 hingga 300 hektar dalam waktu maksimal 1 jam tergantung kondisi angin.

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menanggapi usulan petani pada agenda panen raya di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (23/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penerbangan pesawat tanpa awak dilaksanakan usai Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menuntaskan rangkaian acara panen bersama, Selasa (23/1/2018).

Area persawahan di Desa Berugenjang, perbatasan dengan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi lokasi dari acara itu.

Tamu undangan yang hadir dan beberapa petani nampak antusias menunggu pesawat yang berukuran sekitar 1 meter itu diterbangkan.

Adham Cholis Majid, pilot yang memegang kendali jarak jauh, menuturkan bahwa pesawat yang diterbangkan ini tak hanya sebuah demo, namun mempunyai fungsi dalam bidang pertanian.

"Penerbangan unmanned aerial vehicle ini bertujuan untuk verifikasi area luas panen dan prediksi jumlah gabah yang didapatkan."

"Pesawat tanpa awak buatan Indonesia ini pun dapat juga memetakan dan memonitor area yang siap panen dan tidak," jelasnya.

Sekali terbang, pesawat ini mampu memonitor 200 hingga 300 hektar dalam waktu maksimal 1 jam tergantung kondisi angin.

Sebelum diterbangkan, pesawat ini pun sebelumnya sudah disetting jalurnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved