Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BNPB Mendata Ada Satu Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Lebak

BMKG memantau telah ada 53 kali gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil hingga Jumat (26/1/2018).

Penulis: Yasmine Aulia | Editor: suharno
TRIBUNNEWS.COM/bnpb
Warga di kawasan Pandeglang dan Cianjur terdampak gempa di Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018). Gempa yang terjadi pada pukul 13.40 WIB tersebut menurut BMKG berpusat di 10 km kedalaman laut sebelah barat daya 81 km dari Lebak, Banten. TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM - Masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan sekitarnya masih sering merasakan gempa susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau telah ada 53 kali gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil hingga Jumat (26/1/2018).

Berdasarkan data sementara, satu orang meninggal dunia akibat gempa yaitu Nana Karyana (40) karena serangan jantung.

Saat gempa melanda, ia sedang memperbaiki atap genteng rumah.

Korban kaget dan jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Baca: Setya Novanto Sedang Diperiksa di Gedung KPK Saat Gempa di Lebak, Kemudian Ini yang Terjadi

Adapun sebelas orang luka-luka dimana tujuh orang luka berat dan empat luka ringan.

Sebanyak 2.760 unit rumah rusak, dengan rincian 291 rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR).

"Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah daerah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.

Adapun kerusakan rumah berdasarkan kabupaten/kota adalah:

1. Kabupaten Cianjur: 13 unit (3 RS, 10 RR).
2. Kabupaten Sukabumi: 1.525 unit (136 RB, 380 RS, 1.009 RR).
3. Kabupaten Bogor: 89 unit (15 RB, 21 RS, 53 RR).
4. Kota Bogor: 3 RR
5. Kabupaten Pandeglang: 8 unit (2 RB, 6 RR).
6. Kabupaten Lebak: 1.118 unit (138 RB, 171 RS, 809 RR). Kerusakan meluas dan tersebar di 19 kecamatan.
7. Kabupaten Serang: 4 RR.
8. DKI Jakarta kerusakan ringan pada gedung kantor dan fasilitas umum.

Selain itu juga terdapat kerusakan bangunan lainnya meliputi tujuh unit fasilitas peribadatan, dua unit fasilitas kesehatan, 17 unit fasilitas pendidikan, enam unit kantor/gedung pemerintahan, dan 63 unit fasilitas umum.

"Diperkirakan jumlah kerusakan rumah bertambah. Kerugian dan kerusakan diperkirakan ratusan milyar rupiah," kata Sutopo.

Data mengenai rumah rusak segera diverifikasi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved