Breaking News:

Sekarang Buka Usaha di Kota Semarang Tidak Perlu Ngurus Izin Gangguan Lagi

Pencabutan izin HO tersebut sebagai implementasi dari penyederhanaan perizinan sebagaimana instruksi pemerintah pusat

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/M RADLIS
Kawasan Industri Candi, Kota Semarang 

Terlebih, pelayanan izin tersebut tidak membutuhkan biaya. Sehingga, akan semakin meningkatkan daya tarik investor masuk Semarang.

"Kalau di DPMPTSP tidak ada biaya untuk pengurusan izin. Kecuali hanya retribusi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan HO itu. Sekarang Ho sudah tidak ada jadi semakin cepat pelayanannya," tambah Wing.

Saat ini, Kota Semarang mempunyai sembilan kawasan industri yang bisa dimanfaatkan investor membangun bisnisnya. Kawasan tersebut juga yang selama ini ditawarkan Pemkot Semarang dalam menggaet investor asing atau penanaman modal asing (PMA).

Dikatakannya, pertumbuhan industri dan investasi di Kota Semarang cukup pesat pada 2017 lalu. Salah satu faktor pemicunya yaitu sektor infrastruktur yang digenjot Pemkot Semarang sehingga menjadi baik. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat yang mengutamakan sektor infrastruktur di berbagai daerah.

"Karena pertumbuhan investasi dan ekonomi itu ada korelasinya dengan infrastruktur. Jika infrastrukturnya baik, maka hal itu penunjang pertumbuhan," paparnya.

Mengenai peluang di Kota Semarang, lanjutnya, investasi di sektor properti masih memungkinkan. Meski saat ini investasi didominasi hotel, wisata, dan kuliner. Pertumbuhan tiga sektor tersebut merupakan dampak dari upaya Pemkot Semarang yang terus memacu berbagai destinasi wisata yang ada.

"Kami di DPMPTSP pun mengimbanginya dengan membuat terobosan baru yaitu layanan perizinan secara online untuk semakin memudahkan investor. Saat ini sedang penggarapan dan akan segera kami launching sekitar Februari mendatang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved