Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPR RI Apresiasi Stok Pangan di Jateng Stabil dan Relatif Lebih Murah

Sedangkan beras premium dihargai Rp 13 ribu per kilogram, lebih mahal Rp 500 dari HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah
Istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mendatangi dan meninjau Pasar Johar Relokasi di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat (26/1/2018) kemarin siang. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain kunjungannya ke Stasiun Kereta Api Tawang Semarang, Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono juga mendatangi dan meninjau Pasar Johar Relokasi di komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat (26/1/2018) kemarin siang.

Menurut keterangan tertulis dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Bambang mengapresiasi harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah (Jateng) yang relatif rendah dibanding daerah lain, seperti di Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta. 

“Saat ini dari hasil berdialog dengan pedagang langsung, untuk harga bawang merah dijual Rp 10 ribu per kilogram, ayam potong Rp 32 ribu per kilogram dan daging sapi senilai Rp 100 ribu per kilogram,” katanya,

Untuk komoditas beras, dengan adanya beras bulog membuat masyarakat bernafas lega dengan harga yang terjangkau senilai Rp 9.350 ribu per kilogram.

Sedangkan beras premium dihargai Rp 13 ribu per kilogram, lebih mahal Rp 500 dari HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan. 

Bambang pun optimis persoalan beras di Jateng tidak ada kendala dalam stoknya di mana tempat tersebut memiliki lahan sawah yang dirasa cukup luas.

"Saya optimis tidak ada kendala, apalagi menjelang panen raya, yang mana di Jateng ini memiliki 600 ribu hektar sawah. Ini jauh lebih besar dari beras yang akan diimpor Kementerian Perdagangan sehingga saya dorong Jateng tidak perlu nerima beras impor,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan tempat relokasi pedagang Johar pasca kebakaran beberapa waktu yang lalu, Politisi Gerindra itu mengapresiasi Pemkot Semarang yang membuatkan tempat relokasi yang dirasa representatif bagi pedagang.

"Ini tempat relokasi tapi memiliki berbagai fasilitas yang dimiliki, seperti musala, kamar mandi dan alat pemadam kebakaran. Hanya saja,saya minta ke dinas Perdagangan agar ada kendaraan transportasi yang masuk kedalam pasar Johar Relokasi di MAJT, sehingga memudahkan aksesbilitas masyarakat maupun pedagang," ungkap Bambang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved