Breaking News:

Antisipasi Genangan Air, PUPR Kudus Siagakan Dua Pompa Pembuangan

Pompa tersebut diperuntukkan untuk membuang air dari kawasan Kecamatan Jati dan sekitarnya agar tidak sampai terjadi genangan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Petugas sedang mengecek pompa air di wilayah Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua pompa air disiagakan di kawasan Tanggupangin Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Pompa tersebut diperuntukkan untuk membuang air dari kawasan Kecamatan Jati dan sekitarnya agar tidak sampai terjadi genangan.

"Air dari pemukiman dibuang menggunakan pompa ke Sungai wulan," kata Muhtarom kepala UPT pengairan II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kudus, Minggu (28/1/2018).

Saat ini, kata Muhtarom, kondisi di wialayah Kecamatan Jati dan sekitarnya dinilai masih cukup aman.

Sehingga pompa yang mampu menyedot air 600 liter per detik tersebut, belum dioperasikan sejak datang musim penghujan kali ini.

"Saat ini hanya sekadar dipanasi saja, minimal 15 menit setiap pagi. Selain itu dilakukan perawatan dan perbaikan jika ada kerusakan," ujarnya.

Baca: Seluruh Klenteng di Kudus dan Lima Klenteng dari Malaysia Lakukan Kirab Jelang Imlek

Muhtarom menjelaskan, sebelum air dibuang ke Sungai Wulan sebelumnya aliran dari arah utara atau kawasan perkotaan akan ditampung terlebih dahulu di tempat penampungan air.

"Dari penampungan baru setelahnya dibuang ke Sungai Wulan. Itu pun volume air harus di bawah 150 kubik per detik. Kalau di atas itu tidak bisa karena pipa saluran yang terhubing ke Sungai Wulan ditutup. Khawatirnya kalau air dari subgai malah masuk ke dalam pipa," katanya.

Untuk mengoperasikan pompa, katanya, dibutuhkan 600 liter per 20 jam. Hal itu jika pompa digunakan secara maksimal atau potensi gemangan tinggi.

"Sampai saat ini hanya sekadar dipanasi. Untuk sejam dibutuhkan 30 liter solar," katanya.

Kebetadaan pompa tersebut, ujar dia, hanya bisa mengurangi genangan saat intensitas hujan tinggi. Sementara untuk banjir masih belum bisa teratasi lantaran tingginya debit air.

"Kalau denit tinggi memang pompa tersebut hanya bisa mengurangi genangan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved