Sensei Jimmy Lim Ajarkan Pembentukan Karakter Melalui Aikido di Auditorium Universitas Semarang

Pria yang sudah berusia 60 tahun ini juga menambahkan, usia tidak menjadi penghalang untuk belajar Aikido.

Penulis: faisal affan | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/FAIZAL AFFAN
Sinsei jimmy lim (celana hitam, rambut beruban) sedang mengajarkan teknik kuncian tangan bersama kedua muridnya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat matahari berada di posisi seperempat langit, di gedung auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang, nampak belasan orang lalu lalang keluar masuk.

Mereka ternyata akan melakukan latihan Aikido bersama Sensei Jimmy Lim DAN 5.

Kegiatan latihan ini diprakarsai oleh komunitas Aikido Dojo Bushido Semarang, yang bermarkas di daerah Sambiroto, Semarang, dan diketuai oleh Sensei Gautama.

Latihan yang dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 tadi, mengajarkan teknik dasar kuncian tangan.

"Tadi yang saya ajarkan masih teknik dasar Shomen Uchi Ikkyo, Nikyo, Sankyu, Yonkyu, Kotegeshi, dan Ukemi. Ini pertama kalinya saya ke Semarang dan bertemu mereka. Saya rasa mereka cukup bisa menguasainya, serta semangat belajarnya ada," kata Jimmy kepada Tribunjateng.com, Minggu (28/1) siang.

Baca: Netizen Pendukung PSIS Semarang Belum Move On dari Rival Lastori. Subangkit Ikut Komentar

Pria yang sudah berusia 60 tahun ini juga menambahkan, usia tidak menjadi penghalang untuk belajar Aikido.

Jimmy yang berdomisili di Jakarta, juga sudah belajar Aikido selama 20 tahun di negara Jepang.

"Bedanya saya dengan Sensei lain yakni, ada keterikatan khusus dengan organisasi Aikido yang berpusat di Jepang. Sehingga, apa yang saya ajarkan, sumbernya dari Irie Sensei," ucapnya.

Masih dari yang dikatakan Jimmy, Aikido tidak mengajarkan untuk mengalahkan atau melawan orang, tetapi lebih ke pembentukan karakter yang disiplin dan sabar.

Maka dari itu, bela diri Aikido tidak mempunyai ajang turnamen atau kejuaraan.

"Bedanya dengan bela diri lain, di Aikido tidak pernah diadakan suatu kompetisi atau kejuaraan. Karena bela diri ini murni untuk membentuk karakter, bukan sebagai ajang siapa yang paling kuat," paparnya.

Dyah Nirmala (41), yang merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Ketua bidang Audit Badan Penjaminan Universitas Semarang ini, juga turut serta dalam latihan yang digurui oleh Sensei Jimmy Lim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved