Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

AKSI Gila Turis Asing Berjemur di Gang Warga, Inilah Reaksinya Saat Ditabrak Pengendara Motor

Entah karena kesal atau ingin segera melanjutkan perjalanan, salah satu pengendara nekat menggilas salah satu wisatawan tersebut.

Tayang:

DENPASAR, KOMPAS.com – Netizen di Pulau Bali dihebohkan aksi dua wisatawan asing. Jika biasanya wistawan berjemur di pantai, kedua wistawan tersebut malah berjemur di jalan dengan posisi menelungkup. Di tangan keduanya juga terlihat memegang botol minuman.

Kontan aksi mereka ini menarik perhatian warga sekaligus mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, terlihat dua warga lokal kesulitan melintas karena aksi kedua pria asing ini. Saat pengendara hendak melintas, kedua wistawan tersebut malah cuek dan terus berjemur di tengah jalan.

Entah karena kesal atau ingin segera melanjutkan perjalanan, salah satu pengendara nekat menggilas salah satu wisatawan tersebut.

Sontak wistawan tersebut kaget dan langsung bangun. Pengendara tadi berlalu begitu saja tanpa memedulikan wisatawan tersebut.

Video ini pertama kali diunggah pemilik akun Facebook Bo Gerster pada 5 November 2017 silam. Peristiwa ini terjadi di Gang Sorga, Legian, Kuta, Bali. Namun video ini menjadi viral di awal 2018. Bahkan video ini sudah disebarkan sebanyak 13.175 kali.

Baca juga : Hati Fauzi Hancur, Ayah Ibu Tewas di Longsor Bali, Rencana Nikah Pun Buyar

Beragam komentar dating dari netizen. Umunya mengecam aksi kedua wistawan ini yang seenaknya tidur di jalan dan mengganggu kenyamanan warga.

“Bule sudah berani mengganggu ketertiban umum..Ditegur saja secara baik-baik, beretika di Bali,” kata pemilik akun Nyoman Rantau Nyoman.

“Hahaha kapok Kau Bule..Kau kira kau dianggap dewa kalau bertingkah seperti setan,” timpal pemilik akun Suarna Cahyana.


Advertisment
Sementara itu, wakil ketua DPD Perhimpuan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali, Anak Agung Adhi Ardana menyayangkan adanya peristiwa ini. Menurutnya, persitwa seperti ini merupakan dampak dari pariwsata masal.

“Akibat pariwisata masal dan persaingan harga menjadikan Bali juga ada sebagian berkategori murah. Dan, akhirnya tentu wusatawan yang berkunjung pada segmen ini adalah termasuk level masyarakat golongan ke bawah di negaranya,” kata Ardana, Senin (29/1/2018).

Turis pada segmen ini biasanya datang dengan kebiasaan-kebiasaan yang menganggap Bali sebagai pemuja wisatawan.

Baca juga : Ketinggian Banjir Bali Capai 1,4 Meter, Tim SAR Evakuasi Warga

Ardana berpandangan hukum harus ditegakkan baik kepada warga maupun wistawan. Pemandangan wisatawan yang ugal-ugalan dan melanggar aturan di jalan seperti menjadi pemandangan lazim. Misalnya, mereka mengendarai motor tanpa mengenakan helm dan berpakaian tidak pantas.

“Aparat penegak hukum harus tegas karena akan membawa dampak bagi masyarakat sebagai contoh yang tidak baik,” kata Ardana.

Erupsi menyebabkan pepohonan mati dan kering, sehingga populasi kera di lereng Gunung Agung berkurang, akibat kelaparan dan keracunan abu vulkanik.(Kompas TV)
 

 

PenulisKontributor Bali, Robinson Gamar
EditorFarid Assifa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved