Apakah Guru Swasta Boleh Berpolitik Praktis? Begini Jawab Kang Nursholeh

Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh, menyampaikan kepada Kepala Sekolah SD-SMP se-kota Tegal

Apakah Guru Swasta Boleh Berpolitik Praktis? Begini Jawab Kang Nursholeh
tribunjateng/bare kingkin kinamu
Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh, menyampaikan kepada Kepala Sekolah SD-SMP se-kota Tegal terkait sikap para Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun politik ini. 

Nursholeh juga menyatakan tidak menggunakan fasilitas Wali Kota saat ia cuti nanti.
"Itu dilarang, saya profesional. Jadi nanti jika sudah ditetapkan sebagai calon Wali Kota saya tidak akan menggunakan fasilitas yang ada seperti ajudan, rumah dinas dan lain sebagainya. Saya akan cuti saat penetapan resmi. Empat bulan sepuluh hari cuti," terangnya.

Ia benar-benar menghimbau untuk para ASN benar-benar netral.
Dalam sesi diskusi, ada pertanyaan terkait guru swasta bagaimana jika terlibat politik praktis?

Djohardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menegaskan tetap tidak boleh terlibat.

"Meski swasta itukan tetap satu naungan di Dinas Pendidikan. Hal tersebut tentu menjadi langgaran kode etik profesi guru," terangnya.

Nursholeh, Plt Wali Kota Tegal, juga tegaskan guru swasta juga menerima fasilitas dari pemerintah yakni dana hibah.

"Tentu jelas itu tidak sesuai kode etik, swasta juga menerima fasilitas dari pemerintah," terangnya.
Rapat koordinasi untuk Kepala Sekolah SD-SMP se-kota Tegal tersebut tujuannya yakni meningkatkan kualitas guru.

Acara berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved