Kasus Perampokan

Pembalasan bukan Jalan Satu-satunya, dan Jangan Disingkirkan

Pembalasan bukan Jalan Satu-satunya, dan Jangan Disingkirkan. News Analysis oleh Dr Noor Rochaeti, SH MHum, Dosen Hukum Pidana Undip

Pembalasan bukan Jalan Satu-satunya, dan Jangan Disingkirkan
tribunjateng/dok
Pembalasan bukan Jalan Satu-satunya, dan Jangan Disingkirkan. News Analysis oleh Dr Noor Rochaeti, SH MHum, Dosen Hukum Pidana Undip 

News Analysis oleh Dr Noor Rochaeti, SH MHum, Dosen Hukum Pidana Undip

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Marah, ngeri, kejam, berbagai perasaan masyarakat mengetahui terjadinya kejahatan yang terjadi dilakukan oleh dua remaja yang masih berstatus pelajar beberapa hari ini.

Apakah sudah hilang rasa kemanusiaan, tanpa berpikir panjang melakukan kejahatan yang bisa dibayangkan dalam kondisi sadar ataukah sudah di luar kesadaran untuk mendapatkan uang.

Kesedihan keluarga korban yang tak terbayangkan mengetahui bagaimana kronologis kejahatan dilakukan oleh anak-anak yang masih menjadi siswa sekolah.

GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut.
GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut. (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Sebelum kita memberikan aspek yuridis , maka tidak bisa diabaikan bahwa terjadi perilaku warga masyarakat juga merupakan tanggung jawab bersama yaitu keluarga, masyarakat, lingkungan sosial lain, teman sebaya, dan lembaga pendidikan.

Secara tidak langsung kita bersama menciptakan mereka menjadi berperilaku liar, tidak terkendali, anarkis dan perbuatan lain yang meresahkan kita.

Apa yang melatarbelakangi perbuatan mereka bukan sekedar pemenuhan ekonomi, tetapi ada sesuatu yang tidak mereka miliki sehingga mereka tidak terkendali.

Para kriminolog juga menguji pengaruh ketidakhadiran seorang ibu, baik karena kematian, perceraian atau karena ditinggalkan.

Bagaimana penanganan yang sebaiknya untuk mereka? Merupakan hak mereka untuk mendapatkan yang terbaik untuk masa depannya, sehingga kita tidak menjadikan mereka sebagai manusia kriminal selanjutnya.

Pembalasan bukan jalan satu-satunya, tetapi diberikan pendampingan psikolog maupun keluarga yang peduli terhadap mereka, bukan disingkirkan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak pada Pasal 1 disebutkan bahwa mereka termasuk anak yang berkonflik dengan hukum, yaitu anak yang telah berumur 12 tahun, tetapi belum berumur 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana.

Mereka juga berhak mendapatkan haknya untuk dilindungi, kepentingan terbaik bagi anak serta diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya. Ada perbedaan penanganan dengan orang dewasa karena mereka masih kategori anak.

Kalau pelakunya anak dijatuhkan separuh dari ancaman pidananya. Kalau ada unsur yang meringankan bisa sepertiganya, bukan lagi separuh. Sedangkan untuk ancaman pidana di bawah tujuh tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana, mereka berhak diupayakan diversi atau mediasi dengan keluarga korban.

Selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga diatur mengenai Hak Anak, pada Pasal 59 dan pasal 64, yaitu bahwa pemerintah, pemerintah daerah, dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berhadapan dengan hukum, berupa pemberian bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved