DPRD Kota Semarang Dukung Perubahan SORR Jadi Jalan Tol

"Kami mendukung saja. Mau jadi tol atau masih seperti semula yaitu jalur lingkar (alternatif), ya monggo," kata Supriyadi

DPRD Kota Semarang Dukung Perubahan SORR Jadi Jalan Tol
tribunjateng/hermawan handaka
Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendukung keputusan Wali Kota Semarang yang menyerahkan pengerjaan Semarang Outer Ring Road (SORR) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga skema pembangunan yang sebelumnya berupa jalan alternatif berubah menjadi jalan tol.

Menurut Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, perubahan SORR menjadi jalan tol tidak menjadi masalah selama didukung kajian yang matang dan pertimbangan yang baik.

"Kami mendukung saja. Mau jadi tol atau masih seperti semula yaitu jalur lingkar (alternatif), ya monggo," kata Supriyadi, Selasa (30/1/2018).

Supriyadi menjelaskan, rencana pembangunan SORR sudah melalui berbagai tahapan, termasuk pembuatan detail engineering detail (DED).

Saat ini prosesnya sudah sampai tahap pembebasan lahan. Oleh DPRD telah menyetujui anggaran Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan tersebut pada 2018 ini.

Ia menambahkan, sejak awal Pemkot Semarang hanya berperan sebagai penyedia lahan. Sementara untuk pembangunan fisiknya diserahkan ke Kementerian PUPR, termasuk juga pengelolaannya. Rencananya, pembangunan fisik dimulai 2019 mendatang.

"Kalau kemudian berubah skemanya dari jalar lingkar menjadi jalar tol, pasti sudah melewati kajian seperti studi kelayakan. Nanti, kalau hasil kajiannya layak jadi tol, kenapa tidak," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan, perubahan skema dari jalan lingkar menjadi jalan tol harus melalui kajian matang yang mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk manfaatnya. Karena, keberadaan jalur SORR sebenarnya ditujukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di jalan Mangkang sampai Tugurejo.

"Pembangunan jalur SORR kan sebenarnya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalur tengah. Artinya, nantinya SORR bisa menjadi alternatif bagi kendaraan yang masuk kota. Jadi mau jalur alternatif atau tol, sama saja. Hanya beda pengoperasiannya," paparnya.

Yang jelas, katanya, Pemkot Semarang sudah terbantu dengan pendanaan pembangunan jalur SORR yang dilakukan pemerintah pusat untuk membantu mengurai kemacetan di jalan utama bagian barat Kota Semarang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved