Korupsi e KTP

Setnov Tertawa Dengar Dialog Hakim

Setnov Tertawa Dengar Dialog Hakim. Ketua majelis hakim, Yanto, menerima dokumen itu dan memeriksanya.

Setnov Tertawa Dengar Dialog Hakim
TRIBUNNEWS.COM
Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1) siang kembali menggelar sidang kasus korupsi e-KTP yang mendudukkan Setnov sebagai terdakwa. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto, tertawa hingga menutupi mulutnya menggunakan tangan ketika mendengar dialog antara hakim dan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Diah Anggraeni. Tawa pecah setelah Diah yang berstatus saksi menyerahkan dokumen yang diklaimnya sebagai bukti tambahan.

Ketua majelis hakim, Yanto, menerima dokumen itu dan memeriksanya. Sesaat kemudian, Yanto menjelaskan dokumen yang diserahkan Diah. "Ini namanya eksepsi bukan bukti. Saudari kalau mau menyerahkan ini untuk dibaca, ya jadi terdakwa dulu. Mau jadi terdakwa?" kata Yanto.

"Tidak yang mulia. Mohon maaf, saya tidak mau jadi terdakwa, yang mulia. Jangan sampai yang mulia," sahut Diah.

Dialog Yanto dan Diah itu membuat pengunjung sidang tertawa lepas. Setya Novanto atau Setnov pun tertawa hingga menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.

Dialog yang mengundang tawa itu terjadi menjelang hakim menghentikan sidang karena memasuki waktu salat magrib, Senin (29/1). Sebelum hakim menyelesaikan kalimat untuk menskors sidang, Diah memotong kata-kata hakim.

"Mohon izin yang mulia, kalau berkenan saya mau menambahkan bukti, penjelasan yang mulia," kata Diah. "Mau menambahkan apa?" tanya hakim Yanto.

Diah pun menjawab bahwa dirinya akan menyerahkan bukti tambahan yang sudah disiapkan.

"Bukti apa? Kalau bukti yang meringankan atau memberatkan silakan diberikan ke jaksa atau pengacara terdakwa. Mana coba lihat buktinya? Apa mau dibacakan atau ditulis lisan saja," ujar Yanto.

Diah pun bangkit dari kursi saksi dan menyerahkan sebundel dokumen kepada hakim. Jaksa dan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, kemudian maju ke meja untuk ikut melihat dokumen yang diperiksa hakim.

Sesaat kemudian, hakim ketua Yanto tersenyum dan bertanya apakah Diah mau menjadi terdakwa kasus e-KTP. Para pengunjung sidang pun tertawa lepas.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved