Kejahatan di Jalan
WASPADALAH, Ini 12 Lokasi dan Jalanan di Kota Semarang Paling Rawan Begal
Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengungkapkan ada 12 lokasi rawan begal di Semarang
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama tahun 2017, Kecamatan Pedurungan dan Semarang Barat adalah tempat yang paling sering terjadi kasus begal atau Pencurian Dengan Kekerasan (Curas).
Setidaknya Polrestabes Semarang merangkum bahwa ada 20 kasus begal yang terjadi selama tahun 2017.
Di antara 20 kasus itu, masing-masing empat kasus berasal dari wilayah Pedurungan dan Semarang Barat.
Adapun sebanyak 10 kasus telah terungkap oleh jajaran Polrestabes Semarang.
Dalam hal ini, Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengungkapkan bahwa ada 12 lokasi rawan begal di Semarang berdasarkan data tahun 2017 lalu.
12 lokasi itu di antaranya :
1. Jalan Dempel, Pedurungan
2. Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan
3. Jalan Flyover Siliwangi, Semarang Barat
4. Jalan Puri Anjasmoro, Semarang Barat
5. Jalan Karanganyu, Semarang Barat
6. Jalan Jenderal Sudirman, Semarang Barat
7. Jalan Arteri Soekarno Hatta, Pedurungan
8. Jalan Empu Tantular, Semarang Utara
9. Jalan Raden Fattah, Semarang Timur
10. Jalan Plampitan, Semarang Tengah
11. Kawasan Genuk, di sepanjang jalan perbatasan Semarang - Demak
12. Kawasan Gunungpati, di sepanjang jalan menuju Kampus Universitas Negeri Semarang.
Dari 12 lokasi itu, diketahui bahwa ada sebanyak tiga lokasi berasal dari wilayah Pedurungan dan empat lokasi dari Semarang Barat.
"Maka dari itu, kalau bisa saat malam hari jangan sampai mengundang mereka (begal) untuk melakukan aksinya. Seperti memakai perhiasan, atau memainkan HP saat berkendara di lokasi-lokasi itu," himbau AKBP Enrico kepada Tribunjateng.com, Selasa (30/1/2018). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-arteri-soekarno-hatta-termasuk-rawan-begal-saat-malam-hari_20180130_092535.jpg)