Breaking News:

Dipindah ke Pasar Burung, PKL Kali Gelis Berharap Tetap Ramai Pembeli

Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bantaran Kali Gelis mulai dipindah ke Pasar Burung, Kecamatan Jati

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Penyerahan kunci secara simbolis oleh Kepala Dinas Perdagangan Kudus kepada PKL Kali Gelis di Pasar Burung, Rabu (31/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bantaran Kali Gelis mulai dipindah ke Pasar Burung, Kecamatan Jati. Masing-masing pedagang mendapat jatah kios di pasar tersebut.

Haryanto, Ketua Paguyuban Pedagang Kali Gelis mengatakan, pindahnya PKL Kali Gelis tidak menemu adanya penolakan dari pedagang. Semua pedagang yang setiap hari menjajakan barang bekas, rela untuk pindah. Asalkan mendapatkan kios.

Gayung bersambut, Pekab Kudus memfasilitasi perpindahan tersebut dalam bentuk penyediaan lahan. Sebanyak 190 PKL telah mendapatkan kios yang telah mereka bangun ecara iuran.

"Semuanya pindah, tidak ada penolakan dari pedagang. Kalau pindah yang pindah semuanya. Meski ini tempatnya di pinggiran kota, semoga masih tetap ramai," kata Haryanto saat ditemui di Pasar Burung, Rabu (31/1/2018).

Senada dengan hal tersebut, Ali Nor Faiz PKL Kali Gelis lainnya mengatakan, pedagang telah rela pindah ke Pasar Burung. Bahkan dirinya telah memasang informasi di bekas lapaknya bahwa PKL Kali Gelis telah pindah ke Pasar Burung.

"Jadi mulai besok, Kamis (1/2/2018), pedagang di Kali Gelis sudah mulai pindah. Di pengumuman dikasih batas waktu sampai tanggal 5 Februari 2018," katanya.

Dia mengatakan, keberadaan PKL di Kali Gelis mengganggu arus lalu lintas. Upaya pemindahan yang dilakukan oleh Pemkab ruapanya mendapat respons positif dari pedagang.

"Masing-masing dari pedagang rela pindah. Apalagi di Pasar Burung ada banyak jenis barang yang akan diperjualbelikan. Jadi tidak hanya barang bekas saja yang dijual. Sementara pasar ternak pun sudah dipindah ke Jalur Lingkar Mejobo," katanya.

Sudiharti, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengatakan, pihaknya memberi kelonggaran waktu bagi PKL Kali Gelis sampai batas tanggal 5 Februari 2018. Sampai batas waktu yang telah ditentukan, jika masih terdapat yang berjualan akan ditertibkan oleh Satpo PP.

"Karena keberadaan PKL di Kali Gelis mengganggu akses jalan. Ini bagian dari upaya yang kami lakukan dalam penataan PKL," kata Hetik, begitu dia akrab disapa.

Dia mengatakan, pihaknya juga telah menyerahkan kunci kepada PKL. Kepada para PKL, Hetik berpesan agar segera membersihkan dan merapikan barang yang ada di Kali Gelis.

"Dipastikan semua pedagang mendaparkan memdapat jatah kios," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved