MUNCUL Lagi Mobil Esemka, SMK Warga Solo Pengin Bantu Merakitnya
Wakasek SMK Warga Solo, Heru Raharjo ingin siswanya bantu merakit mobil Esemka.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Mobil nasional Esemka kembali mencuat di media massa. Pada Selasa (30/1/2018), terdapat foto mobil Esemka buatan anak bangsa tersebut tersebar di dunia maya.
Mobil tersebut kemudian teridentifikasi sebagai Mobil Esemka Garuda 1, sebuah mobil yang bergaya Sport Utility Vehicle (SUV).
Mobil berwarna putih itu tampak dimuat oleh truk besar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.
Mobil Esemka di Solo terkenal tahun 2009.
Mobil Esemka ini semakin dikenal saat Joko Widodo menjadikan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Jokowi menggunakan Mobil Esemka Rajawali, kala itu.
Mobil tersebut saat ini berada di SMK Warga Solo, Jebres, Solo dijadikan sebagai monumen.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Warga Solo, Heru Raharjo memaparkan adanya mobil Esemka tersebut di sekolahnya bukan tanpa alasan. Agar tak terjadi keausan mesin karena tak terurus, maka dirinya menjadikan mobil tersebut sebagai monumen di sekolahnya.
"Daripada tidak terurus di parkiran, sekalian kita jadikan monumen di depan sekolah. Paling tidak, masyarakat tahu ini mobil yang pernah dikendarai orang yang saat ini menjadi Presiden Indonesia," paparnya, Rabu (31/1/2018).
Menurutnya, mobil Esemka Rajawali ini merupakan mobil yang sangat tangguh di jalanan.
Memiliki mesin 1.500 cc dengan transmisi 5 percepatan, mobil ini disebutnya tak kalah dengan mobil-mobil buatan pabrikan terkenal dunia.
Hanya, ia menjelaskan saat itu Esemka Rajawali memiliki satu masalah besar. Yakni, pada emisi gas buang yang terlampau besar, bahkan sebanyak 2 kali lipat dari mobil setara di kelasnya.
Akibat dari hal tersebut, ia menjelaskan mobil ini akhirnya tak dapat diproduksi secara massal.
"Padahal, waktu itu banyak peminat yang memesan mobil rakitan anak bangsa itu," jelasnya.
Selain masalah pada gas buang, ia menjelaskan ada masalah lain yang mengganjal produksi massal mobil ini. Yakni masalah dana. Sehingga, produksi massal tak dapat diwujudkan.
"Awalnya untuk pembinaan sekolah menengah kejuruan. Kami sebenarnya sudah ada suppliernya, jadi kita hanya merakit saja. Waktu itu memang tidak untuk bisnis, karena dana juga terbatas," ujarnya.
Dirinya pun mengaku tahu tentang foto Mobil Esemka Garuda 1 yang tersebar di dunia maya. Namun Heru tak mau berkomentar banyak.
Menurutnya, saat ini perakitan mobil Esemka telah sepenuhnya ditangani oleh PT Adiperkasa Citra Lestari.
Hanya saja, sebagai salah satu pionir mobil Esemka, Heru memiliki harapan bahwa SMK di Solo tetap diberi kesempatan untuk terlibat dalam perakitan mobil Esemka tersebut.
"Jelas keinginan kami adalah untuk dilibatkan pembuatan mobil ini. Karena mobil Esemka, akarnya memang dari SMK," ungkap dia.
Dirinya pun mengaku, apabila SMK Warga mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan mobil Esemka ini, berapapun persen keterlibatannya akan tetap pihaknya terima.
Menurutnya membuat mobil asli Indonesia yang dibuat oleh orang-orang Indonesia, apalagi anak-anak SMK, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
"Berapa persen pun kita coba ingin andil. Hal begini yang bisa membuat SMK kita maju dan berkembang," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mobil-esemka-rajawali-yang-berada-di-smk-warga-solo_20180131_160457.jpg)