Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Tunggu Perubahan SK Wali Kota Semarang

Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Tunggu Perubahan SK Wali Kota Semarang

Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Tunggu Perubahan SK Wali Kota Semarang
tribunjateng/Akhtur Gumilang/dok
Pemindahan Bus dari Terminal Terboyo Tunggu Perubahan SK Wali Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang belum bisa melaksanakan pemindahan bus dari Terminal Terboyo seperti rencana semula karena adanya penolakan dari pelaku transportasi dan pedagang yang menghendaki bedhol desa.

Untuk melakukan penataan sebagaimana permintaan para awak bus dan pedagang tersebut maka harus mengubah Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang tentang aturan baru pengelolaan terminal. Sehingga upaya pemindahan terminal ini pasti molor.

“Pelaksanaan pemindahan Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron telah pasti. Karena fungsinya sudah berbeda. Terboyo fungsinya bukan untuk terminal Tipe A maupun Tipe B. Tetapi untuk terminal angkutan barang," kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Semarang, Suyatmin, Rabu (31/1/2018).

Adapun pelaksanaannya, kata dia, masih menunggu koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Dishub Provinsi Jateng selaku pengampu Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), dan Kementerian Perhubungan selaku pengampu Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).

"Rapat terakhir, Dishub Kota Semarang, akan mengubah Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang mengenai aturan baru yang akan diterapkan," jelasnya.

Salah satu isi SK Wali Kota Semarang tersebut di antaranya memuat tentang pemberhentian terakhir untuk bus AKDP. Yang tadinya AKDP harus masuk Terminal Penggaron, nantinya bisa masuk Penggaron maupun Mangkang.

"Rencananya seperti itu, kalau sudah ditetapkan itu menjadi kebijakan seterusnya," terangnya.

Mengenai rute juga akan dibahas dan dimasukkan di SK Wali Kota tersebut. Sedangkan untuk pengaturan bus mana saja yang masuk ke Penggaron atau Mangkang, merupakan kewenangan Dishub Jateng.

Hal ini juga sekaligus menjawab tuntutan para sopir saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, yang meminta agar bedhol desa dan pindah menjadi satu di Terminal Mangkang.

"Dishub Kota Semarang pada prinsipnya no problem. Makanya di dalam SK nanti ada peruntukan, dan fungsi terminal. Sebagaimana terminal Tipe B ini nanti kan bisa untuk mengampu AKDP dan kota, untuk Terminal A bisa mengampu AKAP, AKDP dan angkutan kota, harus terintegrasi di sana semua," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved