Warga Pati Ini Gagal Ekskusi Tanah yang Dimenangkannya Melalui Lelang, Ternyata Ada Aset Telkomsel

Saat akan dilakukan ekskusi, diketahui terdapat aset milik Telkomsel di dalamnya. Di atas lahan aset tersebut berdiri tower Telkomsel

Warga Pati Ini Gagal Ekskusi Tanah yang Dimenangkannya Melalui Lelang, Ternyata Ada Aset Telkomsel
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Lokasi lahan yang terdapat tower telekomunikasi Telkomsel di Pati. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Meski telah memenangkan lelang tanah agunan di Bank CIMB Niaga pada 2012 lalu, namun hingga kini Mashuri Cahyadi belum juga bisa memiliki lahan seluas 7.919 meter persegi yang terletak di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Tanah tersebut dimenangkan Cahyadi melalui lelang resmi di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang pada 2012. Saat akan dilakukan ekskusi, diketahui terdapat aset milik Telkomsel di dalamnya. Di atas lahan aset tersebut berdiri tower Telkomsel.

"Sampai sekarang tanah itu tidak bisa saya miliki meski menang lelang pada 2012. Ternyata di atas lahan yang dilelang Bank melalui KPKNL Semarang, ada aset Telkomsel," kata Cahyadi, Selasa (30/1/2018).

Dari total lahan seluas 7.919 meter persegi, diketahui aset Telkomsel seluas 5.200 meter persegi.

Atas keberadaan aset tersebut, Cahyadi mengaku mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, ia tidak bisa memanfaatkan lahan sejak 2012 lalu.

Dari penelusurannya, terdapat sertifikat ganda atas tanah tersebut. Hal itu dilakukan oleh oknum yang kemudian dijual kepada Telkomsel.

"Jadi Telkomsel beli tanah seluas 5.200 meter persegi pada 2007. Sementara tanah seluas 7.919 meter persegi itu diagunkan ke Bank pada 2010. Kemudian tanah itu dilelang pada 2012. Ini aneh, kok bisa tanah yang dilelang ada aset pihak lain," herannya.

Terlebih, aset Telkomsel tersebut telah diubah statusnya menjadi tanah negara pada 2015 lalu. Atas kejadian itu, Cahyadi telah melaporkan ke Polres Pati atas kejahatan perbankan dan pemalsuan. Dalam penyidikannya, Polres Pati telah menetapkan seorang tersangka yaitu Djoko Prajitno Oetomo.

Pihak Polres Pati sebenarnya telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Namun, Kejari selalu mengembalikan berkas perkara dengan alasan kurang bukti.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved