Breaking News:

Cuaca Ekstrem

WASPADALAH Tiga Bulan Ini Air Pasang di Pantura akan Terjadi di Siang Hari

WASPADALAH Tiga Bulan Ini Air Pasang di Pantura yang biasa malam hari akan bergeser di Siang Hari

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan handaka
BANJIR ROB - Banjir rob menggenangi Jalan Raya Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang. Terjadi kemacetan panjang di jalur menuju Demak maupun ke arah Kota Semarang, Jumat (2/2). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banjir rob kembali merendam jalan raya dan permukiman warga yang berada di wilayah pesisir Kota Semarang. Rob tersebut sudah terjadi beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang, Retno Widyaningsih mengatakan, banjir rob ini bukan sepenuhnya akibat dampak fenomena super blood moon.

Meski sebelumnya BMKG memprediksi fenomena super blood moon, yakni bulan berada di titik terdekat dengan bumi, berdampak mengakibatkan peningkatan pasang air laut maksimum. Sehingga akan berpotensi terjadi rob di wilayah pesisir laut Jawa.

Banjir Rob - Akibat banjir rob yang menggenangi Jalan Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang aktivitas kendaraan mengalami kemacetan panjang baik menuju Demak maupun menuju Kota Semarang, Jumat (2/2). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Banjir Rob - Akibat banjir rob yang menggenangi Jalan Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang aktivitas kendaraan mengalami kemacetan panjang baik menuju Demak maupun menuju Kota Semarang, Jumat (2/2). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

"Memang, pada 30-31 Januari air pasang laut cendurung tinggi, yakni berkisar di angka 133 cm. Ada kenaikan kurang lebih 53 cm. Tetapi pada 1-2 Februari sudah mulai turun, yakni ketinggian air pasang laut 110 cm. Kenaikannya hanya 30 cm," katanya, Jumat (2/2/2018).

Dikatakannya, kenaikan air pasang laut tersebut hanya berlangsung singkat. Dari perhitungannya kenaikan air laut hanya selama tiga jam saja. Yaitu pada pukul 21.00 sampai 23.00.

Menurut dia, terjadinya rob belakangan ini di kawasan Semarang utara bukan disebabkan air pasang laut. Sebab kenaikan air pasang laut hingga saat ini masih terbilang normal dan wajar.

"Kemungkinannya, banjir rob yang terjadi di Semarang Utara karena genangan banjir yang merupakan air hujan," terangnya.

Artinya, terjadinya gerhana bulan super blood moon yang diprediksi mengakibatkan terjadinya rob besar, tidak berpengaruh signifikan. Meski memang ada kenaikan air pasang laut, tetapi kondisi tersebut dalam batas wajar.

BANJIR ROB - Banjir rob menggenangi Jalan Raya Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang, Jumat (2/2). Ojek online nekat melewati jalan tersebut. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
BANJIR ROB - Banjir rob menggenangi Jalan Raya Kaligawe Raya, Terboyo Kulon, Genuk, Semarang, Jumat (2/2). Ojek online nekat melewati jalan tersebut. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Ia memprediksikan air pasang laut ke depan yakni mulai Februari, Maret sampi April, akan terjadi pergeseran waktu. Dari semula puncak pasang terjadi pada malam hari, nantinya akan bergeser terjadi di siang hari.

"Namun berdasarkan pantauan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” imbuhnya.

Adapun peringatan dini yang patut diwaspadai saat ini adalah gelombang tinggi, terutama di wilayah laut Jawa hingga ke sekitar Pulau Karimunjawa. Meski posisi gelombang tinggi di tengah laut, namun bisa mengganggu perjalanan kapal.

"Sekarang posisi ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter hingga 2 meter. Ini cukup berbahaya bagi nelayan tradisional yang berlayar. Ketinggian gelombang 1,5 meter- 2 meter ini masih akan terjadi hingga seminggu ke depan,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved