Kasus Penganiayaan
Agung Laporkan Guru SMK yang Diduga Menganiaya Siswa di Luar Sekolah
Seorang ayah melaporkan oknum guru SMK di Kota Semarang ke Polrestabes Semarang, Sabtu (3/2).
Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang ayah melaporkan oknum guru SMK di Kota Semarang ke Polrestabes Semarang, Sabtu (3/2). Ia melaporkan sang guru diduga telah melakukan kekerasan kepada sang anak, CR, Sabtu (3/2).
"Sebelum membuat laporan ini, saya sudah datang dua kali ke sekolah tapi tanggapannya tidak jelas. Padahal, saya hanya mau konfirmasi," ungkap Agung Cahyono, orangtua korban.
Kedatangannya ke sekolah, lanjut Agung, bertujuan menanyakan kronologis kenakalan sang anak yang memicu oknum guru inisial P itu menganiaya. Apalagi, penganiayaan dilakukan di luar lingkungan sekolah.
Informasi awal yang didapat Agung, sang guru murka lantaran CR menyimpan video porno di handphone.
"Kalau memang anak saya salah, menyimpan video porno, saya juga akan menghukum. Yang saya sayangkan, kenapa dipukuli di luar sekolah, setelah pulang sekolah sehingga dilihat orang-orang dan ada yang memvideokan," tambahnya.
Menurut informasi yang dia terima, CR dianiaya P di Jalan Wonodri Raya, Rabu sore sepulang sekolah. Setelah memukul, ponsel CR dan kunci motor dirampas P dengan dalih handphone menyimpan video porno.
"Saya juga ingin meminta handphone anak saya ke sekolah, mengecek apa benar ada video porno, namun belum dikasih sampai sekarang," ujarnya.
Kuasa hukum Agung, Dio Hermansyah, menuturkan, sempat terjadi tarik menarik saat P meminta telepon seluler CR. Saat CR berusaha mempertahankan handphonenya, disitulah tamparan P melayang ke pipi CR.
Tak hanya ditampar, menurut Dio, CR juga dijambak dan didorong, dibenturkan ke pohon serta dicekik.
"Bahkan, dibekap sampai korban jatuh ke got. Kunci motor dan handphone korban diambil oleh pelaku," katanya.
CR kemudian mendatangi sekolah dan memohon agar kunci sepeda motornya diberikan. Namun, P tak menggubris. Begitu pula saat CR meminta tolong agar P menghubungi orangtuanya. P malah menyuruh CR pulang mendorong sepeda motor.
Minta Pindah Sekolah
Menurut Agung, pascakejadian, CR takut berangkat sekolah. "Harus dipaksa-paksa. Bahkan, dia (CR) minta pindah sekolah," ucap Agung.
Ia menyatakan, anaknya trauma kembali ke sekolah setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sang guru. Warga Sambiroto, Tembalang, ini pun menyayangkan cara sang guru mendidik CR.
"Kalau anak saya salah, saya juga nggak nutupi. Tapi mbok ya saya dipanggil dan dimarahi di sekolah saja," imbuhnya. Ia menyatakan, hingga saat ini belum ada surat panggilan kepada Agung yang dikirim pihak sekolah.
Sementara, wartawan belum berhasil mengonfirmasi pihak sekolah. Saat didatangi Sabtu (3/2), tak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. (tribunjateng/cetak/val/lyz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/oknum-guru-diduga-menganiaya-murid-di-luar-sekolah_20180204_100259.jpg)