Cantiknya Bule-bule Ini Mencanting Batik di Berbatiklurik Semarang

Cantiknya Bule-bule Ini Mencanting Batik di Berbatiklurik Semarang. Mereka adalah mahasiswa AIESEC

Penulis: Jen | Editor: iswidodo
tribunjateng/wilujeng
Para pelajar asing yang tergabung dalam AIESEC Universitas Diponegoro, kunjungi sebuah gerai Berbatiklurik di kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pelajar asing yang tergabung dalam AIESEC Universitas Diponegoro, kunjungi sebuah gerai Berbatiklurik di kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/2/2018).

AIESEC UNDIP merupakan lembaga yang menaungi pertukaran pelajar asing, dengan dua program setiap tahunnya, yaitu saat musim dingin dan musim panas. Mahasiswa mancanegara yang mengikuti program pertukaran pelajar pada musim dingin kali ini akan mempelajari budaya, sosial, dan pendidikan di Indonesia.

Marketing Berbatiklurik Fibriani Nuralya atau yang akrab disapa Ayik, menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan di Berbatiklurik merupakan salah satu program pembelajaran mengenai budaya di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

Para pelajar asing yang tergabung dalam AIESEC Universitas Diponegoro, kunjungi sebuah gerai Berbatiklurik di kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/2/2018).
Para pelajar asing yang tergabung dalam AIESEC Universitas Diponegoro, kunjungi sebuah gerai Berbatiklurik di kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/2/2018). (tribunjateng/wilujeng)

"Rangkaian kegiatan pembelajaran batik meliputi pengenalan sejarah dan jenis batik melaluiu video, kemudian demo praktek membatik, serta melihat hasil batik yang diproduksi UMKM Jawa Tengah yang dipromosikan di outlet batik milih pemerintah kita Semarang, Berbatiklurik," tutur Ayu kepada Tribunjateng.com, Sabtu (3/2/2018).

Para pelajar asing tersebut mengaku sangat senang dan tertarik ketika diberi kesempatan untuk membuat batik.

“Ini adalah pengalaman yang sangat mengesankan untuk saya, karena selama ini saya hanya mendengar tentang batik Indonesia, namun sekarang saya bisa langsung merasakan sulitnya membuat batik”, ungkap Minami, pelajar asal Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Ayik tidak melewatkan kesempatan untuk mempromosikan batik ke pelajar asing tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved