Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hadir di Salatiga, Linda Agum Gumelar Beberkan Deteksi Dini Kanker Payudara

Linda Amalia Sari atau akrab disapa Linda Agum Gumelar meminta agar warga Salatiga peserta sosialisasi Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Penulis: ponco wiyono | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Linda Agum Gumelar memberikan pemaparan saat acara Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara di Aula Kaloka gedung Setda Kota Salatiga (6/2/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Linda Amalia Sari atau akrab disapa Linda Agum Gumelar meminta agar warga Salatiga peserta sosialisasi Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara bisa menjadi agen kampanye kanker payudara.

Linda merupakan pembicara Sosialisasi yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Kasih Baru Internasional Kota Salatiga bekerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Pemerintah Kota Salatiga di Aula Kaloka gedung Setda Kota Salatiga (6/2/2018).

"Kanker payudara tidak mengenal usia tua ataupun muda, bahkan laki-laki juga bisa kena. Selama memiliki payudara maka berpotensi mengidap kanker jenis ini. Kami YKPI memiliki program Pita Pink yang juga melakukan kegiatan rehabilitatif meliputi membentuk paguyuban/keakraban diantara penderita kanker payudara dan program pendampingan penderita oleh PitaPink Survivor Peer Support Volunteers yang sudah terlatih," jelas Linda.

Hadir dan membuka sosialisasi Wakil Walikota Muh Haris yang didampingi Sekda Fakruroji. Adapun Pemateri inti yang dihadirkan adalah dr Walta Gautama Sementara peserta berasal dari organisasi wanita se-Salatiga yang berjumlah 300 orang.

dr Walta Gautama, mengungkapkan bahwa rata-rata kasus kanker payudara di Indonesia diperiksakan ketika sudah stadium 4. Sementara dii negara maju seperti Amerika dan Australia sebagian besar kasus kanker payudara ditemukan sejak stadium dini.

"Dengan demikian angka harapan hidup juga tinggi. Sedangkan jika sudah stadium lanjut maka yang terjadi adalah sebaliknya. Kita bisa mengetahui gejala kanker payudara melalui munculnya benjolan, kelainan kulit, puting tertarik kedalam, keluar cairan dari puting, dan luka yang tidak sembuh," imbuh Kepala Instalasi Bedah RS Kanker Dharmais Jakarta ini.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved