Breaking News:

Ibu Rumah Tangga Di Pati Ini Ngaku Barang Kosmetiknya Impor, Padahal?

Satgas Cyber Crime menyita ratusan komestik tersebut lantaran promosi jualan pelaku dilakukan melalui sosmed

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Catur waskito Edy
akhtur gumilang
Beberapa jenis kemasan produk kosmetik pasaran yang isinya dipindah ke kemasan lain guna meningkatkan harga jual. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satgas Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menyita sekitar ratusan lebih kosmetik ilegal di Kabupaten Pati pada Selasa (30/1/2018) lalu.

Satgas Cyber Crime menyita ratusan komestik tersebut lantaran promosi jualan pelaku dilakukan melalui Sosial media, terutama Facebook.

Adapun dua akun sosmed berinisial SF dan WS dilidik Satgas Cyber Crime.

Dua akun sosmed itu dioperasikan pelaku berinisial PD (25).

PD merupakan seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Boloagung, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Sebenarnya, kosmetik-kosmetik jualan PD adalah produk kecantikan yang umumnya biasa dipasarkan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, kemasan produk kosmetik itu dilepas dan diberi label tertentu untuk menaikan harga jual.

"Jadi, sebenarnya kosmetik yang dijual biasa ditemukan di pasaran. Hanya saja, pelaku memindahkan isi kemasan produk tersebut ke kemasan lain dengan mengaku sebagai barang import dari luar negeri dan menaikan harganya," jelas Irjen Pol Condro kepada Tribunjateng.com.

Sementara itu, Kasubdit 1 Industri Perdagangan dan Investasi (Indaksi) Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Egy Andrian Suez menyatakan bahwa pelaku sudah beroperasi lama menjual produk-produk kosmetik tersebut lewat Facebook.

"Udah lama sepertinya. kasus ini masih kami kembangkan dulu. Temuan ini pun hasil laporan dari kawan-kawan Satgas Cyber Crime di Facebook. Produk jualannya pun sudah meluas ke berbagai kota Di Indonesia karena metode penjualannya melalui online Facebook," kata AKBP Egy.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui keuntungan omset yang dihasilkan dari bisnis ini mencapai Rp.25 juta per bulannya.

Modus bisnis ini adalah mengganti kemasan yang semestinya untuk dipindahkan ke kemasan lain dengan memberi label-label tertentu.

"Misalkan produknya dikemas botolan, terus dipindahkan ke botol lain yang sudah disediakan oleh pelaku. Botol baru itu akan diberi label khusus tanda barang impor dari berbagai negara, biar kelihatan mahal dan asli," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved