Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Proyek Flyover Purwosari, Pemkot Solo Ngotot Desain Berbentuk Y Bukan I

Proyek Flyover Purwosari, Pemkot Solo Ngotot Desain Berbentuk Y Bukan I. Begitu pinta Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
tribunjateng/akbar hari mukti
Wakil Ketua Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo di Solo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Solo tetap menginginkan rancangan desain pembangunan Flyover Purwosari dikembalikan ke bentuk aslinya, yakni berbentuk 'y'. Apabila tetap pada rancangan saat ini yakni 'I' maka takkan ada akses bagi kendaraan berat untuk melintasi flyover tersebut.

Begitu ungkap Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Loji gandrung, Solo, Selasa (6/2/2018).

"Konsep 'y' bisa menyelesaikan masalah, terkhusus bagi kendaraan dari arah Jalan Agus Salim," katanya.

Wali Kota Rudy memberi kenang-kenangan kepada sejumlah anggota Komisi V DPR RI di Loji Gandrung, Solo, Selasa (6/2/2018).
Wali Kota Rudy memberi kenang-kenangan kepada sejumlah anggota Komisi V DPR RI di Loji Gandrung, Solo, Selasa (6/2/2018). (tribunjateng/akbar hari mukti)

Ia menjelaskan, saat ini sesuai hasil pemaparan Detail Engineering Design (DED), pembangunan Flyover Purwosari dirancang berbentuk huruf 'I'. Bentuk ini menurutnya sama persis dengan Flyover Palur Karanganyar.

Menurutnya konsep desain tersebut berbeda dari permohonan Pemkot Solo yang sejak awal ingin flyover berbentuk 'y'.

"Jadi kami minta desain bisa diubah lagi," ujar dia.

Rudy menjelaskan selain meminta perubahan desain, Pemkot Solo pun meminta pembangunan flyover Purwosari dikerjakan bersamaan dengan flyover Manahan.

Rudy beralasan, selain efisiensi waktu pengerjaan pembangunan flyover juga untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Solo agar tak berkepanjangan.

Jalan layang tersebut menurutnya mendesak untuk segera direalisasikan agar dapat menjadi solusi persoalan kemacetan akibat di perlintasan sebidang saat kereta api melintas.

"Saya itu dimaki-maki masyarakat karena kemacetan setahun tidak apa-apa, daripada terus-terusan macet tak ada solusinya. Kita juga berharap masyarakat bisa memaklumi dengan pembangunan nanti," katanya.

Ia pun menjelaskan bila nantinya, pengerjaan Overpass Manahan bakal dikerjakan lebih dulu, karena proyek pembangunannya sudah memasuki tahapan lelang.

Sedangkan untuk Flyover Purwosari tinggal menunggu izin pembangunan dari Dirjen Perkeretaapian.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri mengatakan telah menerima permohonan izin pembangunan Flyover Purwosari. Penerbitan izin tersebut kini tinggal menunggu hasil metode kerja, serta surat pernyataan aturan pelaksanaan pembangunan flyover.

“Pembangunan flyover ditekel langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu dan PR). Kami hanya sebatas izin saja. Kalau metode kerja serta surat pernyataan itu beres, izin tinggal kami keluarkan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo mengatakan akan menampung usulan Pemkot terkait rencana pembangunan flyover Purwosari. Usulan ini akan ditindaklanjuti dengan pembahasan di DPR.

"Kemenpu dan PR memiliki pekerjaan besar di Kota Solo, yakni flyover Manahan, Purwosari dan jembatan Tirtonadi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved