Penemuan Mayat

HEBOH Rijanti Ditemukan Tak Bernyawa di Warungnya dekat Makam Sunan Kudus

HEBOH Rijanti Ditemukan Tak Bernyawa di Warungnya dekat Makam Sunan Kudus, Kudus Kota, Rabu (7/2/2018).

HEBOH Rijanti Ditemukan Tak Bernyawa di Warungnya dekat Makam Sunan Kudus
tribunjateng/Rifqi Gozali
Warga di sekitar Taman Menara Kudus digegerkan atas temuan mayat yang berada di dalam warung makan di Taman Menara nomor 19 Kelurahan Kerjasan, Kudus Kota, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozli

TRIVBUNJATENG.COM, KUDUS – Warga di sekitar Taman Menara Kudus digegerkan atas temuan mayat yang berada di dalam warung makan di Taman Menara nomor 19 Kelurahan Kerjasan, Kudus Kota, Rabu (7/2/2018).

Temuan tersebut tak hanya membuat warga sekitar geger, namun sejumlah peziarah makam Sunan Kudus pun ikut berkerumun atas temuan tersebut.

Sebab lokasi penemuan mayat berada di lintasan lalu-lalang peziarah.

Kapolsek Kudus Kota, AKP Khoirul Naim mengatakan, mayat kali pertama ditemukan oleh warga sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka curiga karena sejak kemarin warung makan yang biasa menjajakan makan tutup.

Kecurigaan tersebut membuat warga sekitar akhirnya mencongkel pintu warung, hingga akhirnya ditemukan Rijanti (60) penjual di warung tersebut sudah tak bernyawa.

Rijanti merupakan warga Joyokatan RT 4 RW 5, Serengan, Surakarta.

"Dari curiga akhrinya warga mencongkel pintu akhirnya ditemukan bu Rijanti sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban sehari-hari berjualan di kawasan Menara Kudus,” kata Naim.

Naim melanjutkan, warga bersama Satpol PP bersama-sama mencongkel pintu warung. Sebagian dari mereka ada yang melaporkannya kepada polisi.

Saat polisi tiba di lokasi, lantas mayat tersebut dibawa ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, berdasarkan hasil pemeriksaan medis,” tutur Teknona Graha Sanjaya, dokter yang memeriksa mayat tersebut.

Menurut dokter tersebut, Rijanti telah meninggal lebih dari enam jam. Meninggalnya Rijati besar kemungkinan disebabkan oleh serangan jantung. Hal itu diperkuat atas keterangan warga sekitar kepada polisi. Sehari sebelumnya Rijati dibawa anaknya untuk diperiksakan kesehatannya.

“Memang dari sebelumnya sudah ada riwayat penyakit,” tuturnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved