Breaking News:

Ansor Kudus Usulkan Perda Penanggulangan Bencana

jebolnya tanggul Sungai Piji di Desa Hadiwarno, Mejobo menyebabkan ribuan rumah tergenang banjir.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
tribunjateng/dok
PENGURUS GP ANSOR KUDUS 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bencana banjir hampir setiap tahun terjadi di Kabupaten Kudus. Terakhir, jebolnya tanggul Sungai Piji di Desa Hadiwarno, Mejobo menyebabkan ribuan rumah tergenang banjir.

Oleh sebab itu Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Kudus mendorong pemerintah kabupaten dan legislatif melahirkan Peraturan Daerah (Perda) penanggulangan risiko bencana.

Menurutnya, keberadaan Perda ini nantinya sebagai payung hukum yang jelas. Sebab akan menjadi dasar dalam penanganan dan penangggulangan risiko bencana.

“Hampir setiap tahun kabupaten Kudus mengalami bencana sehingga perlu memiliki kebijakan sebagai payung yang jelas menangani bencana,”ujar ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus Sarmanto, Kamis (8/2/2018).

Sarmanto mengatakan pentingnya kebijakan melalui Perda ini supaya penanganan bencana secara tepat dan menghindari adanya penyalahgunaan dan penyelewengan bantuan.

“Berkaca pada pengalaman tahun 2014, tidak adanya sistem dan regulasi penanganan yang jelas sehingga terjadi penyalahgunaan dan penyelewengan bantuan," tandasnya.

Ia mengusulkan program pembangunan Kabupaten Kudus mestinya juga memberi perhatian pada dampak risiko bencana, dengan berorientasi pada keselarasan pembangunan tata ruang kota yang memperhatikan lingkungan.

‘’Sudah menjadi kewajiban pemerintah Kabupaten Kudus memiliki sistem penanggulangan bencana, sebagai upaya memberikan keamanan, perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Karenanya, kami mendorong agar Kabupaten Kudus segera memiki Peraturan Daerah (Perda) penanggulangan bencana,’’ tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved