MUI Jateng Dukung Pemkot Solo Bangun Masjid di Sriwedari

MUI Jateng Dukung Pemkot Solo Bangun Masjid di Sriwedari. Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji menilai keberadaan masjid

Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
tribunjateng/akbar hari mukti
MUI SOLO - Pengukuhan pengurus MUI Solo periode 2018-2022 di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (8/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dukungan pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) terus diberikan sejumlah pihak.

Kali ini, dukungan datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk terus membamgun masjid itu.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji menilai keberadaan masjid di Kota Solo yang mampu menampung ribuan jemaah di tengah kota, sangat diperlukan Kota Solo.

"Masjid dibangun di mana saja itu bagus. Karena kebutuhan masjid kan banyak. Jadi saya mendukung agar masjid ini segera direalisasikan oleh Pemkot Solo," ungkapnya di Balai Kota Solo, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, terkait polemik kepemilikan lahan Sriwedari, MUI menilai tanah tersebut perlu diwakafkan untuk umat Islam.

Ia beranggapan bagaimanapun nanti status tanah tersebut, milik Pemkot Solo ataupun ahli waris, untuk diwakafkan kepada umat agar dibangun masjid.

Dia pun meminta agar umat muslim di Solo tak mempersoalkan rencana pembangunan masjid tersebut. Ia menilai, pembangunan masjid harus mendapat dukungan seluruh umat muslim.

Ia pun berharap dengan pembangunan Masjid Taman Sriwedari bisa memicu antusiasme umat Islam dalam beribadah.

"Kalau di Sriwedari dibangun masjid tidak masalah, justru masjid ini pastinya akan melengkapi Kawasan Sriwedari. Misalnya pengunjung GWO (Gedung Wayang Orang) Sriwedari kalau mau salat, bisa di masjid itu," kata dia.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan, Pemkot Solo mengapresiasi sikap MUI Jateng soal dukungan itu.

Menurutnya lahan yang digunakan sebagai lokasi pembangunan Masjid Taman Sriwedari adalah milik negara dan menjadi aset Pemkot.

"Tanah ini bersertifikat Hak Pakai (HP) 40 milik Pemkot Solo. Kalau tak ada sertifikatnya, jelas tidak mungkin Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akan terbit. Sementara untuk membangun masjid dibutuhkan IMB," paparnya.

Rudy menilai bila tahapan pembangunan Masjid Taman Sriwedari sudah dilakukan secara prosedural oleh Pemkot dan panitia.

Sebelumnya, pembangunan masjid ini ditolak sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Masyarakat Peduli Lahan Halal Surakarta (Malaka).

"Pembangunan bangunan apapun di tanah ini berpotensi menjadi masalah di masa depan. Karena ahli waris yang sah atas tanah itu atas nama Wiryodiningrat," papar ketua Malaka, Ahmad, Senin (5/2/2018) sebelum acara peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan Pemkot Solo.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved