WASPADALAH! Polisi Gadungan Tipu 12 Kepala Desa, Pungut Uang Rp 100.000-Rp 450.000

Polres Aceh Utara menangkap pria berinisial HS (29), warga Desa Nga, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Kamis (8/2/2018).

WASPADALAH! Polisi Gadungan Tipu 12 Kepala Desa, Pungut Uang Rp 100.000-Rp 450.000
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga menujukkan uang NKRI pecahan baru sesuai antre penukaran di mobile konter Bank Indonesia di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia (BI) hari ini meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. Peluncuran uang rupiah baru ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. 

TRIBUNJATENG.COM, ACEH UTARA – Polres Aceh Utara menangkap pria berinisial HS (29), warga Desa Nga, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, Kamis (8/2/2018).

HS ditangkap di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, saat hendak meminta uang pada kepala desa.

Sebelumnya, dia pernah ditangkap bersama seorang temannya berinisial MI. Namun, dari penyidikan polisi, MI akhirnya dilepas karena tidak terbukti ikut serta dalam penipuan 12 kepala desa di kabupaten itu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan, penyelidikan kali ini menunjukkan bahwa HS mengaku sebagai polisi yang ditugaskan untuk memeriksa dana desa di sejumlah kecamatan dalam kabupaten itu.

“Mengaku anggota Polri dan menakut-nakuti kepala dan menyatakan akan memeriksa penggunaan dana desa. Sudah ada 12 kepala desa yang mengaku pernah didatangi polisi gadungan ini,” ucap Rezki.

Baca: Sempat Kejar-kejaran, Sat Narkoba Polres Blora Tangkap Pengedar Sabu Siap Edar

Dia menyebutkan, jumlah uang yang diminta dari kepala desa bervariasi dari Rp 100.000 hingga Rp 450.000 per orang.

“12 desa itu tersebar di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya dan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Bukan tidak tertutup kemungkinan ke depan akan semakin banyak desa yang pernah dimintai uang oleh polisi gadungan ini. Kita terus kembangkan penyidikan kasus ini,” tuturnya.

Baca: HOROR! Jenazah Wanita Ini Disimpan di Kulkas Apartemen Kosong

Saat ini, lanjut Rezki, polisi sedang memburu dua teman pelaku yang terlibat dalam pemerasan kepala desa itu.

“Menurutnya, dua temannya ini juga terlibat. Kami sudah cari mereka, namun tidak ada di rumahnya. Kita keluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Perilaku begini sangat meresahkan kepala desa," tuturnya. (Kontributor Kompas.com Lhokseumawe, Masriadi)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved