Breaking News:

Pedagang Pasrah Batal Pindah ke Pasar Kanjengan karena Pembangunan Dilanjutkan Tahap II

Seorang pedagang, Sumadi mengatakan, dirinya belum mendapatkan pemberitahuan penundaan pemindahan ke pasar lama

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
tribunjateng/m zainal arifin
Pekerja menyelesaikan pembangunan Pasar Kanjengan bagian dari pembangunan Pasar Johar Baru, Kota Semarang, Jumat (26/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang Pasar Kanjengan yang berada di Pasar Relokasi di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), harus mengurungkan keinginannya untuk kembali berjualan di Pasar Kanjengan, kawasan Pasar Johar. Hal itu karena Dinas Perdagangan urung memindahkan mereka ke lokasi lama.

Seorang pedagang, Sumadi mengatakan, dirinya belum mendapatkan pemberitahuan penundaan pemindahan ke pasar lama. Setahunya, dirinya sudah akan menempati pasar Kanjengan yang baru begitu pembangunan selesai.

"Dulu Dinas bilangnya pembangunan selesai, kami langsung pindah ke pasar yang baru. Belum ada pemberitahuan kalau kami tetap di pasar relokasi," katanya, Senin (12/2/2018).

Dengan batalnya kepindahan itu, dirinya merasa resah. Pasalnya, kondisi di pasar relokasi sepi. Sementara dirinya tetap harus memperoleh pendapatan untuk menghidupi keluarganya.

"Saya tidak menentang kebijakan pemerintah. Tapi kalau di sini (pasar relokasi--red) setahun lagi, rasanya berat. Jualan saya kurang laku karena sepi pembeli. Tapi saya sudah pasrah saja kalau di sini lebih lama lagi," ucapnya.

Pembangunan pasar Kanjengan telah selesai 100 persen pada 5 Februari lalu. Rencana awal, para pedagang Pasar Kanjengan yang saat ini menempati pasar relokasi di komplek MAJT akan dikembalikan ke pasar Kanjengan yang baru pada akhir Februari ini.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya untuk sementara menunda pemindahan pedagang pasar Kanjengan ke pasar yang baru.

"Rencana semula akan dimasukkan akhir Februari, tapi saya pending. Ternyata Kementerian Perdagangan berkeinginan untuk memercepat penyelesaian di 2018. Yakni lantai 3 dan 4 akan diselesaikan 2018. Jadi total semuanya, lantai 1, 2, 3, 4, akan selesai awal 2019,” kata Fajar.

Maka pedagang akan dipindah secara keselurahan pada awal 2019, atau menunggu seluruh bangunan Kanjengan selesai 100 persen.

Saat ini, pembangunan yang sudah selesai meliputi pembangunan gedung pasar, kios di lantai 1 ada 58 kios, lantai 2 ada 62 kios. Sedangkan untuk los di lantai 1 dan 2 ada 240 unit. Sementara untuk penyelesaian pembangunan di lantai 3 dan 4, akan dilakukan pada tahun ini juga.

"Ini ada percepatan pembangunan dari rencana akan dikerjakan 2019, ternyata diajukan 2018 ini. Kementerian Perdagangan akan menggelontor anggaran Rp 37,7 miliar untuk tahap II," jelasnya.

Sedangkan mengenai penyelesaian tahap I sekitar 19 persen yang dibiayai oleh kontraktor hingga Rp 17,6 miliar, pihaknya mengaku belum melakukan pembahasan.

"Rekanan sendiri menyatakan sanggup menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. Bagaimana penggantiannya nanti, saya belum tahu seperti apa. Karena ini masih akan dilakukan pembahasan," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved