Cuaca Ekstrem
Ada 54 Kelurahan Rawan Banjir dan Longsor, Agus Harmunanto Minta Relawan KSB Siaga Bencana
Ada 54 Kelurahan Rawan Banjir dan Longsor, Agus Harmunanto Minta Relawan KSB Siaga Bencana
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengimbau relawan Kelurahan Siaga Bencana (KSB) untuk selalu waspada ketika terjadi hujan.
Agus juga meminta relawan untuk rutin mengecek sungai yang terdapat di daerah masing-masing. Hal itu dilakukan untuk antisipasi dini terjadinya banjir. Terlebih, hingga saat ini curah hujan di Kota Semarang masih cukup tinggi.
"Sudah kami perintahkan kepada relawan KSB agar selalu kontrol lingkungan dan waspada. Karena sampai saat ini cuaca masih ekstrem," kata Agus kepada Tribunjateng.com, Jumat (16/2/2018).
Dari data BPBD Kota Semarang, terdapat 54 Kelurahan di Kota Semarang yang rawan bencana banjir dan longsor. Dari jumlah itu, 36 Kelurahan telah terbentuk tim relawan KSB. Dengan adanya relawan KSB, diharapkan jika terjadi bencana banjir atau longsor bisa langsung dilakukan penanganan.
Imbauan tersebut disampaikan Agus menyikapi masih terjadinya banjir yang rendam ratusan rumah di beberapa Kelurahan di Kota Semarang akibat hujan deras, Kamis (15/2/2018) kemarin.
Dikatakannya, banjir kembali merendam ratusan rumah di Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon dan Wonosari. Banjir disebabkan tanggul sungai Beringin yang jebol lagi karena tidak mampu menahan debit air.
"Kemarin tanggul Beringin jebol lagi dan merendam rumah di tiga Kelurahan. Airnya cepat surut dan tidak ada rumah yang mengalami kerusakan," terangnya.
Selain itu, banjir juga terjadi akibat sungai Banjir Kanal Timur meluap. Sedikitnya 150 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 60 cm.
Beberapa kelurahan yang terendam yaitu Kelurahan Sawah Besar, Kaligawe, dan Muktiharjo Kidul. Bahkan, hingga Jumat (18/2/2018) petang, banjir masih merendam jalan-jalan perumahan dengan ketinggian sekitar 10 cm.
"Luapan sungai BKT kemarin cukup besar sehingga banyak rumah yang kebanjiran. Airnya yang sebelumnya merendam rumah sudah hilang, tapi yang jalan masih," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga memerintahkan kepada setiap Camat untuk memonitor seluruh tepi sungai yang ada di Kota Semarang. Khususnya sungai yang rawan meluap dan menyebabkan banjir.
"Saya perintahkan Camat monitor seluruh tepi sungai. Kemudian saya minta BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) serta DPU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk siaga mengantisipasi jika sungai meluap," kata Ita, sapaannya.
Instruksi itu disampaikan Ita untuk mengantisipasi agar jebolnya tanggul Sungai Beringin yang menyebabkan banjir di wilayah barat Kota Semarang dapat diantisipasi lebih awal. Sehingga kerugian dapat diminimalisir.
Terkait banjir yang melanda Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, Wonosari dan Mangunharjo, kata Ita, telah dilakukan langkah penanganan dengan melakukan pembersihan lumpur bekas banjir. Selain itu, untuk tanggul yang jebol juga sudah dilakukan penanganan darurat dengan menambal menggunakan karung pasir.
"Semoga tanggul tidak jebol lagi dan masyarakat aman dari banjir," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perumahan-di-tlogosari-kebanjiran_20180216_220137.jpg)