Kasus Dugaan Korupsi KSIA Dua Tahun Belum Dilimpahkan ke Pengadilan, Kejari Semarang Bungkam

Ketua GMPK Kota Semarang, Joko susanto, mengatakan, pihaknya meminta kepada Kejari Semarang agar penanganan perkara ini tidak berlarut larut

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang segera menuntaskan perkara dugaan korupsi penyaluran dana program kemitraan atau dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perseroan Terbatas Perkebunan Negara (PTPN) IX Semarang tahun 2012 sebesar Rp 1, 250 miliar melalui lembaga penyalur Koperasi Sinergi Inti Artha (KSIA).

Perkara ini menjerat ketua KSIA, Zaenal Arifin yang saat ini masih buron.

Penetapan tersangka kepada Zaenal Arifin sesuai surat penyidik Kejari Semarang nomor Print -02/O.3.10/Fd.1/04/2016 bertanggal 27 April 2016.

Ketua GMPK Kota Semarang, Joko susanto, mengatakan, pihaknya meminta kepada Kejari Semarang agar penanganan perkara ini tidak berlarut larut.

"Kasus ini sudah dua tahun, sudah ganti Kasi Pidsus. Kasi Pidsus sebelumnya mengatakan akan melimpahkan berkas perkara ini ke Pengadilan Tipikor Semarang tak lama setelah penetapan tersangka, tapi sampai sekarang dibiarkan tanpa ada tindakan," kata Joko, Jumat (16/2/2018).

Joko menuturkan, tersangka yang berstatus buron (Daftar Pencarian Orang) bukan alasan untuk tidak melimpahkan berkas perkara ke pengadilan.

"Jangan sampai kejaksaan cuma buang anggaran dalam penyelidikan hingga penyidikan tapi endingnya dibiarkan tanpa kepastian," katanya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Semarang, Tri Yulianto menyatakan belum bisa dikonfirmasi terkait perkara tersebut lantaran berada di luar kota.

"Jangan sekarang mas, saya masih di Jakarta," kata Tri.

Halaman
12
Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved