Tahun Baru Imlek

Ratusan Warga Kecewa akhirnya Terhibur Atraksi Barongsai di Pasar Gede Solo

Ratusan Warga Kecewa akhirnya Terhibur Atraksi Barongsai di Pasar Gede Solo, Jumat (16/2/2018).

Ratusan Warga Kecewa akhirnya Terhibur Atraksi Barongsai di Pasar Gede Solo
tribunjateng/akbar hari mukti
Aksi barongsai di depan Klenteng Pasar Gede Solo, Jumat (16/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah warga luar kota tampak kecewa usai menunggu pentas Barongsai di depan Balai Kota Solo, Jumat (16/2/2018). Pasalnya, pentas pawai Barongsai yang sepengetahuan mereka akan tampil di depan Balai Kota, ternyata tak kunjung ada.

Seorang warga Sragen, Kosinah (43) berkata dirinya telah menunggu di depan Balai Kota Solo sejak pukul 8 pagi.

Kosinah mengira pada hari pertama tahun baru imlek ini akan ada arak-arakan Barongsai melintas di kawasan Pasar Gede Solo. "Kemarin baca beberapa media katanya ada pentas pawai Barongsai dari Balai Kota. Ini ajak keluarga untuk main ke Kota Solo," jelas dia.

Dirinya mengatakan selama berjam-jam keluarganya menanti pentas pawai Barongsai sampai akhirnya diberi info oleh petugas kepolisian yang memantau di kawasan tersebut bahwa hari ini tidak ada pawai barongsai.

Lantaran tak sempat menyaksikan pentas barongsai, ia mengaku hanya dapat mengabadikan momen dekat lampion sekitar jembatan Pasar Gede Solo.

"Kemarin itu saya baca ada pentas barongsai. Ternyata pentasnya sudah tadi malam. Sekarang hanya ada aksi barongsai kecil-kecilan di sekitar Pasar Gede," ujarnya.

Warga lain asal Wonogiri, Andika (21) mengatakan dirinya datang ke Solo untuk menikmati libur Imlek.
Sama seperti Kosinah, menurut Andika akan ada aksi pawai Barongsai dari Balai Kota Solo hari ini.

Menunggu berjam-jam, ia yang datang bersama pacarnya juga kecele. Ia mengaku kecewa tapi kekecewaan itu dapat terobati saat menyaksikan pentas barongsai di depan Klenteng Pasar Gede.

"Saya pikir ada pawai Barongsai, ternyata hanya benerapa barongsai. Itupun hanya di depan klenteng," kata dia.

Banyaknya masyarakat yang kecele membuat kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Pasar Gede dipadati kendaraan bermotor, hingga orang-orang yang berswafoto dengan latar belakang 5 ribu lampion yang sudah dipasang.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dishub Solo, Ari Wibowo mengatakan untuk membuat jalan tersebut tidak macet, ada rekayasa yang pihaknya lakukan.

"Rekayasa kita lakukan situasional, sementara ini kita pantau lewat CCTV di CC Room Dishub. Penanganan khusus terhadap arus lalu lintas terutama di batas-batas kota yang hendak masuk kota Solo," bebernya.
Menurutnya melalui pantauan CC Room, pihaknya dapat menginventarisasi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di lokasi-lokasi padat kendaraan bila dibutuhkan.

"Intervensi APILL dilakukan di Simpang Kerten dan Ketandan. Untuk simpang yang lain negatif kepadatan untuk saat ini," katanya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved