Menyingkirlah, Cukup Saya yang Jadi Korban Jika Benda Ini Bom
Menyingkirlah, Cukup Saya yang Jadi Korban Jika Benda Ini Bom. Teriakan dari anggota Gegana menggegerkan, Sabtu (17/2).
Penulis: muh radlis | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Woi, menjauh semua. Cukup saya yang jadi korban kalau ini benar bom," teriak anggota Tim Gegana Polda Jateng kepada warga yang mengitari Masjid Nurul Bahari di Jalan Usman Janatim, Pos 2 Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Sabtu (17/2).
Teriakan dari anggota Gegana yang mengenakan pakaian pelindung lengkap ini pun direspon warga dan aggota lain.
Mereka segera menjauh. Hanya yang berpakaian pelindung yang ada di area masjid, sementara anggota lain Brimob Polda Jateng dan Polsek Pelabuhan Tanjung Emas berjaga di luar pagar masjid.
Teriakan peringatan ini disampaikan setelah alat deteksi X-ray Tim Gegana memunculkan gambar rangkaian kabel di dalam kotak.
Tak berselang lama, kotak berwarna hijau berukuran 60x40 sentimeter itu diangkat dari bawah meja di satu sudut masjid.
Setelah diperiksa, isi kotak tersebut ternyata alat terapi pijat elektronik bertuliskan 'buatan China'.
"Saat dihitung, ada 60 kotak kecil alat terapi pijat, lengkap dengan kabel penghubung alat dengan sensor untuk tubuh," jelas Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (KPTE) Semarang, Kompol Bagus Prasetyo, di lokasi kejadian.
Menurut Bagus, pihaknya masih menyelidiki siapa pemilik barang tersebut. Dia pun mengapresiasi pengurus masjid yang langsung melaporkan temuan benda mencurigakan ke anggota polisi.
"Kami mengapresiasi kesigapan pengurus masjid, itu bagus. Masyarkat yang menemukan hal yang mencurigakan langsung laporkan ke anggota polisi terdekat, jangan sampai disentuh barangnya apalagi membuka," katanya.
Dititipkan Pria Bercelana Loreng
Takmir Masjid Nurul Bahari, Wasiyanto, mengatakan, kotak berbungkus karung plastik berwarna hijau tersebut ada di masjid sejak Kamis (15/2).
"Sejak Kamis ada disitu, yang tahu marbot. Saya dilapori tadi (Sabtu) dan langsung saya teruskan ke polisi," ujar Wasiyanto kepada Tribun Jateng.
Informasi yang diterima Wasiyanto, sebelumnya, ada seorang pria mengenakan celana motif loreng yang datang ke masjid.
"Awalnya menemui istri adik saya, minta izin mau nitip barang tapi tidak diizinkan. Ternyata, barangnya ditaruh tanpa sepengetahuan kami. Yang datang laki-laki, sendirian, pakai celana motif loreng," katanya. (tribunjateng/cetak/lyz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/benda-dikira-bom-ternyata-alat-pijat-elektronik_20180218_113330.jpg)