Breaking News:

Lima Alat Berat Dikerahkan untuk Bersihkan Material Longsor di Karangkobar

Pemkab mengerahkan lima alat berat untuk menyingkirkan material yang menimbun jalan sehingga bisa dilalui kendaraan kembali.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
BPBD Banjarnegara
Pengerahan alat berat untuk bersihkan material longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melanjutkan proses pembersihan material longsor di jalan provinsi di Desa Paweden, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Pemkab mengerahkan lima alat berat untuk menyingkirkan material yang menimbun jalan atau meratakannya sehingga bisa dilalui kendaraan kembali. Normalisasi jalan ini dibantu oleh warga dan relawan.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman mengatakan, proses pengerjaan pembersihan material longsor sudah mencapai kurang lebih 90 persen.

"Pembersihan material longsor jalan provinsi dalam pengawasan langsung Bupati Banjarnegara," katanya, Senin (19/2/2018).

Dari hasil pengukuran oleh petugas Dinas Pekerjaan Umun (DPU), kerusakan jalan beton akibat longsor ini mencapai sepanjang 90 meter.

Menurut Arif, kondisi area longsor dalam tiga hari terakhir ini sudah terlihat stabil. Ini terlihat dari kontur tanah yang tidak mengalami pergerakan.

Pengendara melintasi area longsor di jalan provinsi, di Desa Paweden Karangkobar Banjarnegara.
Pengendara melintasi area longsor di jalan provinsi, di Desa Paweden Karangkobar Banjarnegara. (BPBD Banjarnegara)

Berbeda dengan pasca kejadian longsor, 9 Februari lalu sampai beberapa hari kedepannya, tanah masih mengalami pergerakan hingga menghambat proses evakuasi material longsor.

Arif bahkan memastikan, kondisi jalan saat ini sudah bisa di lewati kendaraan roda dua. Namun pengendara diimbau tetap harus berhati-hati karena medan jalan terdampak longsor masih sulit dilewati.

"Pembersihan material longsor tetap akan dilanjutkan sampai ruas jalan bisa digunakan,"katanya

Meski bisa dilalui sepeda motor, jalan tersebut tetap susah diterjang karena kontur tanah yang tidak rata. Sebagian pengendara sepeda motor tetap memilih rute alternatif via Pasar Gripit Banjarmangu meski jarak tempuh lebih jauh.

Seorang pegawai yang bekerja di Kecamatan Wanayasa, Muflih, memilih tetap menempuh rute alternatif menuju kantornya. Ia memilih menunggu jalan jalur provinsi itu diperbaiki dan benar-benar aman untuk dilewati pengendara.

Sejak longsor memutus jalan utama itu, ia terpaksa menggunakan jalur alternatif via Gripit-Beji-Pagarpelah Karangkobar dengan kondisi medan cukup sulit.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved