Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bagaimana Kesejahteraan Guru TPQ dan Madin Kota Pekalongan?

Ratusan Guru TPQ dan Madin mengikuti bimbingan teknis di ruang Amarta Kantor Pemkot Pekalongan, Selasa (20/2).

Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
tribunjateng/budi susanto
Ratusan Guru TPQ dan Madin mengikuti bimbingan teknis di ruang Amarta Kantor Pemkot Pekalongan, Selasa (20/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kesejahteraan guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) atau Madrasah Diniyah (Madin) dirasa cukup.

Seperti yang dikatakan Wakil ketua Badan koordinasi TPQ (Badko) Kota Pekalongan Faqihuddin, Selasa (20/2/2018).

Ia menilai kesejahteraan guru dibawah naungan Badko sudah sejahtera berkat perhatian dari Pemkot Pekalongan.

"Selama ini Pemkot sangat perhatian terhadap Guru dan lembaga TPQ/Madin sehingga kesejateraan dirasa cukup," ujarnya di acara Bimbingan (Bimtek) teknis untuk Guru TPQ se Kota Pekalongan di ruang Amarta Kamtor Pemkot Pekalongan.

Ditambahkanya mereka sudah mendapat honor dan uang transport setiap bulannya.

Sedangkan untuk lembaga berbentuk bantuan operasional lembaga.

Namun saat ditanya terkait nominal honor Faqihuddin enggan menyebutkan, hanya saja perhatian pemkot Pekalongan dirasa sudah baik.

"Meskipun begitu kami meminta kepada Pemkot untuk memperbaiki fasilitas TPQ atau Madin agar meningkatkan kegiatan belajar mengajar," paparnya.

Guna meningkatkan kualitas guru dalam menyampaikan materi ke santri supaya sesuai metode pembelajaran, pihaknya akan rutin melakukan Bimtek Guru TPQ tiap pekan.

Adapun Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz menuturkan pemberian bekal pendidikan kepada guru TPQ atau Madin perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas guru agar mendidik para santri menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki landasan Akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji.

"Selaras dengan tujuan pemkot bagaimanapun juga visi misi ingin mewujudkan Pekalongan sejahtera mandiri berbudaya berlandaskan religiusitas," kata Saelany.

Pihaknya menambahkan religiusitas tidak boleh diabaikan dalam mendidik santri karena religiusitas merupakan satu diantara ciri khas kota Pekalongan sebagai kota santri.

"Mari wujudkan Kota Pekalongan dengan memiliki santri yang berkarakter dan menciptakan Komunikasi yang baik antara guru dengan anak-anak didiknya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved