Pernah Lupa Nyervis Tiga Bulan Rasanya Enggak Karuan

Wanita yang tinggal di daerah Ketileng, Semarang ini, mengatakan lebih suka menggunakan matic karena kepraktisannya.

Pernah Lupa Nyervis Tiga Bulan Rasanya Enggak Karuan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Asisten F&B di hotel Harris Sentraland Semarang, Dewianti Putri Wahyuni. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menyalakan lampu untuk kendaraan roda dua di siang hari, sudah di atur dalam Pasal 107 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Sehingga, membuat Dewianti Putri Wahyuni (21), harus tetap menyalakan lampu di siang hari. Dampaknya, ia jadi sering mengganti lampu motor karena mati.

"Motorku dalam setahun, udah beberapa kali ganti lampu. Mungkin karena sepanjang hari harus hidup," tuturnya kepada Tribun Jateng, Selasa (20/2) pagi.

Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada komponen lain, Dewi panggilannya, rutin membawa motornya ke bengkel langganan. Pernah suatu ketika, motor Honda Beat yang digunakan, lupa diservis lebih dari tiga bulan.

"Biasanya tiap bulan saya servis. Tapi belum lama, karena masih sibuk, jadi motornya enggak saya servis hampir tiga bulan. Ya rasanya saat dinaikin udah enggak karuan," ucap Dewi yang berprofesi sebagai Asisten F&B di hotel Harris Sentraland Semarang tersebut.

Wanita yang tinggal di daerah Ketileng, Semarang ini, mengatakan lebih suka menggunakan matic karena kepraktisannya. Apalagi sebagai seorang wanita yang tingginya tak lebih dari 160 sentimeter, motor matic sangat mudah untuk dikendalikannya.

"Daripada bebek, lebih suka motor matic. Karena praktis dan jok motornya tidak terlalu tinggi," pungkasnya.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved