Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bau Limbah Udara yang Dihasilkan Tak Kunjung Hilang, PT RUM Tutup Sementara

PT Rayon Utama Makmur (RUM) bakal menghentikan sementara proses produksinya pada Sabtu (24/2/2018)

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Aksi demonstrasi dilakukan ratusan warga terdampak bau busuk yang dihasilkan PT RUM, di DPRD Sukoharjo, Jumat (19/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - PT Rayon Utama Makmur (RUM) bakal menghentikan sementara proses produksinya pada Sabtu (24/2/2018).

Penghentian proses produksi dilakukan dalam rangka perbaikan pengolahan limbah bau yang terus dikeluhkan masyarakat sekitar pabrik.

Presiden Diretur PT RUM, Pramono, mengaku meski akan segera menghentikan proses produksi, pihaknya tidak dapat memastikan sampai kapan bau yang timbul dari proses produksi tersebut dapat hilang.

"Kita sudah lakukan estimasi bahan yang sudah ada di dalam mesin habis sampai tanggal 24 Februari. Baru bisa kita lakukan penghentian. Kita tak tahu sampai kapan bau tersebut akan hilang, yang jelas kita telah melakukan upaya dengan berbagai metode secara bertahap untuk mengatasinya," ujarnya, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya secara teknis PT RUM akan menghentikan segala proses produksinya sampai dilakukan ujicoba setelah dilakukan perbaikan pengeolaan limbah gas.

Apabila hasilnya tak maksimal, akan dilakukan penghentian proses produksi hingga benar-benar limbah yang dilepas bukan berupa gas yang menimbulkan bau.

Meski begitu ia mengingatkan bila pihak perusahaan tidak dapat melakukan estimasi kapan limbah gas pabrik serat rayon tersebut bisa hilang 100 persen.

Ia menilai selama ini sudah dilakukan perbaikan, tetapi bau yang ditimbulkan dari proses produksi tersebut masih saja muncul dan dikeluhkan warga.

"Saya tak tahu kapan bau itu akan hilang, yang jelas untuk menambah satu mesin pengelolaan limbah itu saja membutuhkan waktu hingga satu tahun lagi baru datang. Kita pun bakal segera buka posko kesehatan masyarakat untuk melayani warga yang sakit akibat limbah bau dari pabrik," ujarnya.

Seperti diketahui limbah udara yang dihasilkan pabrik ini diprotes masyarakat sekitar. Masyarakat pun beberapa kali melakukan aksi demo agar pabrik ini ditutup.

Seperti dilakukan ratusan warga Sukoharjo yang geruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sukoharjo, 19 Januari 2018 silam. Ratusan warga ini mengadukan nasib warga yang terdampak bau busuk yang dihasilkan pabrik ini.

"Warga meminta pemerintah segera melakukan tindakan terhadap permasalahan bau limbah udara. Jika tak segera diselesaikan, warga meminta PT RUM tutup," ujar Koordinator aksi demo, Ari Suwarno. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved