EKSIS! Sejarah Panjang Satu-satunya Pabrik Limun di Pekalongan

Pembuatan minuman yang ada sejak 1920 tersebut eksistensinya masih bisa dirasakan oleh masyarakat Pekalongan

EKSIS! Sejarah Panjang Satu-satunya Pabrik Limun di Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Tempat Pembuatan minuman Limun Oriental Cap Nyonya di Jalan Rajawali Utara Nomor 15 Kecamatan Panjang Wetan Pekalongan, Rabu (21/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Era tahun 90-an minuman limun terkenal sebgaian daerah di Indonesia, namun kini keberadaanya sedikit susah dicari.

Pasalnya beberapa perusahaan pembuatan minuman berbahan soda dan sari buah tersebut tergerus oleh minuman bermerk lain.

Namun tidak seperti Limun Oriental yang ada di Jalan Rajawali Utara Nomor 15 Kecamatan Panjang Wetan Pekalongan.

Pembuatan minuman yang ada sejak 1920 tersebut eksistensinya masih bisa dirasakan oleh masyarakat Pekalongan dan sekitar hingga sekarang.

Pabrik pembuatan Limun Oriental Cap Nyonya bisa dikatakan satu-satunya yang masih aktif di Pekalongan.

Dikatakan Bernadi Sunyoto (37) pemilik pabrik pembuatan limun, ia merupakan generasi kelima yang meneruskan usaha nenek moyangnya, Rabu (21/2/2018).

Tempat Pembuatan minuman Limun Oriental Cap Nyonya di Jalan Rajawali Utara Nomor 15 Kecamatan Panjang Wetan Pekalongan, Rabu (21/2).
Tempat Pembuatan minuman Limun Oriental Cap Nyonya di Jalan Rajawali Utara Nomor 15 Kecamatan Panjang Wetan Pekalongan, Rabu (21/2). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

"Kalau di Kota Pekalongan tinggal di sini satu-satunya, karena yang lain sudah tutup lama," ujarnya.

Pabrik pembuatan limun yang dikelola Bernadi bisa memproduksi 2400 minuman lebih perharinya.

"Sehari bisa produksi 100 krat, dan pemasaran sampai ke Comal, Pemalang," paparnya.

Ia berharap ditengah persaingan minuman ringan di pasaran, produk yang sudah dirintis leluhurnya bisa bertahan.

"Harapan saya Limun Oriental Cap Nyonya masih bertahan di pasaran, karena masih banyak oelamggan tetap, apalagi jelang Ramadhan pasti kehabisan stok," imbuhnya.

Dikethui pendiri pertama Limun Oriental Cap Nyonya yaitu Njo Giok Liem pada tahun 1920, adapun bangunan dan aksesoris yang ada di pabrik tersebut masih seperti aslinya.

Pengunjung juga bisa menikmati limun jadul tersebut dengan mendatangi tempat pembuatanya langsung.

Tak usah khawatir dengan harga, satu botol limun dingin hanya dijual Rp 3.500.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved