Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesaksian Korban dan Saksi Mata Ada Wajah Pekerja Tol Tersiram Adonan Semen

Ada satu korban, kepala dan mukanya ketutupan semen, karena takut keburu kering langsung saya siram

Tayang:
Kompas.com/Setyo Adi
Kondisi TKP tiang girder pengerjaan pengecoran yang rubuh dj proyek Becakayu, Selasa (20/2/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Korban ambruknya tiang penyangga proyek Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) bersyukur masih bisa istigfar saat tertimpa besi.

"Alhamdulillah saya masih bisa istigfar, astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah," ujar Kirpan saat ditemui di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2).

Ia mengaku sedang mendapat sif malam dan mulai bekerja pukul 22.00 WIB, namun baru mengerjakan pengecoran sekitar pukul 01.00 dini hari.

"Saya sedang ngecor dari jam satu, kita kerja kayak biasa, enggak ada firasat apa-apa, sampai setengah tiga tiba-tiba ambrol," ungkapnya.

Kirpan mengalami luka ringan di tangan kanan, kaki kiri, dan luka lebam terhantam besi di dada kiri.

"Yang paling sakit ini (dada kiri) kena besi, sekarang digerakin susah," ucapnya.

Kirpan tinggal di Kalimalang, merantau dari Dusun Dadapan, Desa Singorojo, Kendal, Jawa Tengah.

Ia mengatakan sudah memberitahu pihak keluarga, namun hingga kemarin siang belum ada yang datang menjenguknya.

Sementara itu, Sarmin (45), salah satu korban ambruknya tiang penyangga proyek Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu), mengaku tidak memiliki firasat apa pun.

"Enggak ada firasat apa-apa, pokoknya langsung ambrol gitu aja," ujar Sarmin.

Saat ambruknya tiang penyangga, hanya Sarmin yang berada di atas dan sedang melakukan finishing pengecoran.

"Posisi saya di atas sendirian, teman-teman yang enam ada di bawah. Saya lagi duduk gosok-gosok, tiba-tiba maklap! Penyangganya ambrol, padahal itu udah mau kelar, tinggal dikit lagi," papar Sarmin.

Karena kejadiannya sangat cepat, Sarmin mengaku tidak merasa apa pun, meski ternyata pinggangnya sudah tersangkut di besi. "Saya enggak rasa apa-apa, tahunya saya udah nyangkut di besi," ucapnya

Sarmin merantau ke Jakarta dari Dusun Pomahan, Desa Kaliputih, Singorojo, Kendal, Jawa Tengah.

Seorang pekerja proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang selamat saat kecelakaan punya firasat aneh, satu hari sebelum musibah ambruknya tiang pancang proyek yang menelan korban tujuh pekerja luka-luka.

"Perasaan nggak enak banget kemarin juga hujan, jadi kepikiran enggak enak, tapi waktu itu nggak percaya," kata pekerja yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/2).

Saat musibah terjadi, dirinya kaget. Dia menduga ada kecelakaan mobil yang terjadi di sekitar tempat kejadian.

"Awalnya bunyi kayak besi nabrak kenceng banget, yang lain suruh ngecek ternyata runtuh, semuanya langsung keluar kamar dan menolong," ujarnya.

Menurutnya, evakuasi korban berlangsung sulit karena banyaknya wartawan yang meliput saat evakuasi berlangsung. "Itu waktu kejadian sudah ada aja wartawan dan petugas lain disana, kita panik mau menolong tapi nggak bisa buru-buru, masalahnya ini nyawa orang," ujarnya.

Keadaan korban setelah kejadian tersebut tertimbun dengan semen untuk cor.

"Ada satu korban, kepala dan mukanya ketutupan semen, karena takut keburu kering langsung saya siram dan sama petugas langsung disobek bajunya dan dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Saat ini keadaan para korban sudah mulai membaik dan masih dirawat di RS Universitas Kristen Indonesia dan RS Kramat Jati.

Kirpan, salah satu korban ambruknya tiang penyangga proyek Tol Becakayu, saat ditemui di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
Kirpan, salah satu korban ambruknya tiang penyangga proyek Tol Becakayu, saat ditemui di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). (Wartakota)

"Alhamdulillah, tadi saya jenguk sudah bisa bangun, walau ada yang patah tulang, dadanya bengkak dan luka kepala, sudah mulai membaik," katanya.

Persiapan pengecoran bekisting pierhead sudah berlangsung sejak Senin (19/2) pukul 21.30 WIB tapi baru dimulai pada Selasa (20/2) pukul 00.30 WIB. "Sekitar pukul 03.00 WIB tidak ada tanda apa-apa, tetapi coran ambruk," ujar Kirpan, pekerja yang selamat dalam insiden ini namun mengalami luka-luka di tangan dan kaki.

Ambruknya coran bekisting pierhead di proyek Tol Becakayu, Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, dini hari itu menerjang dan melukai tujuh orang pekerja. Semuanya sudah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Cawang.

Ali (60), pemilik warung kopi tak jauh dari lokasi menyaksikan langsung runtuhnya bekisting pierhead dini hari itu.

"Waktu isi semen di atas, kata temannya sudah terisi 8 sentimeter, tiba-tiba langsung ambruk. Tapi pelan-pelan ambruknya, enggak langsung jatuh semua," kata Ali.

Jatuhnya coran semen diikuti besi sebagai kerangka sehingga menimbulkan suara sangat keras. "Suara jatuhnya besi keras banget, ngeri pokoknya," ujar Ali.

Ali turut menyaksikan coran dan besi yang sempat menimpa para korban. "Jatuhnya pelan-pelan jadi di bawah bisa menghindar, ada satu yang di atas pegangan sama besi, jadi gelantungan begitu dan langsung diselamatin dengan alat berat," beber dia.

Pekerja di proyek Tol Becakayu biasa singgah untuk sarapan di warung Ali. "Mereka sering sarapan di sini, saya juga sering ketemu orang proyek, yang jadi korban juga pernah sarapan di sini. Saya biasa saja enggak ada firasat apa apa, proyeknya juga lancar saja," kata Ali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menginformasikan, ada dua RS yang digunakan untuk merawat para korban. Kedua rumah sakit itu adalah RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, dan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Enam korban tiang tol roboh dirawat di RS UKI, sedangkan satu korban dalam kondisi kritis dirawat di RS Polri.

Tiang pancang Tol Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Ambruk, Selasa (20/2/2018). (KOMPASTV)
Tiang pancang Tol Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Ambruk, Selasa (20/2/2018). (KOMPASTV) (KOMPASTV)

 Infrastruktur layang disetop

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno melakukan pertemuan terkait kecelakaan konstruksi di Tol Becakayu, Jakarta Timur.

Dari hasil pertemuan yang diselenggarakan di Kementerian PUPR itu, ketiga kementerian sepakat menghentikan sementara proyek konstruksi elevated atau proyek infrastruktur layang, baik jalan tol layang, jalur layang MRT, maupun jalur layang LRT.

Hal tersebut berlaku untuk pembangunan di seluruh Indonesia. "Kami sepakat menghentikan sementara pekerjaan pembangunan infrastruktur struktur layang yang berat," ujar Basuki.

Basuki menjelaskan pemberhentian dilakukan untuk melakukan evaluasi detil agar tidak ada lagi kecelakaan konstruksi. Evaluasi berlaku pada desain yang digunakan, metodologi kerja, standar operasional prosedur (sop), hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat pada keseluruhan proyek infrastruktur layang.

"Kita lebih mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi ini sudah keempat belas kalinya selama dua tahun ini. Maka kita perlu hal ditindaklanjuti," ungkap Basuki.

Basuki Hadimuljono juga menekankan, penghentian sementara ini berlaku juga bagi infrasturktur yang terkait dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. "Semoga tidak men-delay (menunda) jadwal pelaksanaan atau jadwal penyelesaiannya," kata Basuki.

Basuki mengatakan, proyek infrastruktur yang terkait Asian Games 2018 itu antara lain Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), hingga sejumlah proyek tol dan jalan layang di Jakarta dan Palembang. Ia menargetkan evaluasi proyek-proyek tersebut bisa selesai dalam satu minggu.

Setelah evaluasi selesai, maka pengerjaan proyek bisa dilanjutkan. Ditargetkan proyek-proyek tersebut bisa selesai sebelum Asian Games pada Agustus 2018.

"LRT Palembang dan di sini akan kita utamakan duluan (evaluasinya), karena menjelang Asian Games, MRT juga," kata Basuki.

Untuk diketahui, insiden kecelakaan kerja kembali terjadi Selasa (20/2) dini hari. Kali ini kecelakaan terjadi pada proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayau (Becakayu) yang digarap Waskita Karya.

Imbas peristiwa ini, tujuh orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RS UKI Cawang, Jakarta Timur. Ini adalah proyek infrastruktur pemerintah ke-14 yang mengalami kecelakaan kerja.

Korban tiang tol ambruk yang dirawat di Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur. (Tribun Network/san/wly)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved