Warga Tambaklorok Keluhkan Jalan Rusak Menuju Pasar Ikan dan Ada Genangan Air
Warga Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, mengeluhkan akses di jalan menuju pasar ikan dalam kondisi rusak
Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, mengeluhkan akses di jalan menuju pasar ikan dalam kondisi rusak parah. Terlebih, jalan tersebut penuh genangan air sehingga menyulitkan aktivitas warga.
Seorang warga Tambaklorok, Aslamiyah mengatakan, jalan tesebut sebenarnya sudah dilakukan pembetonan. Hanya saja pembangunan jalan tidak selesai dan menyisakan 200 meter dari pasar tempat pelelangan ikan (TPI) Tambaklorok.
"Jalannya jelek sampai sekarang belum dibangun. Padahal tinggal sedikit tapi tidak dilanjutkan," kata Aslamiyah, Rabu (21/2/2018).
Aslamiyah menyesalkan kondisi jalan tersebut. Selain jalan utama menuju TPI, kawasan Tambaklorok telah dipilih Presiden RI untuk menjadi Kampung Wisata Bahari, yakni proyek percontohan berskala nasional di wilayah pesisir.
Meski demikian, sampai saat ini akses menuju ke lokasi tersebut masih sangat memprihatinkan lantaran kondisi jalan yang belum dibeton dan juga tergenang air.
"Katanya akses jalan menuju ke Kampung Wisata Bahari yang merupakan proyek nasional tapi kok kondisinya sangat memprihatinkan. Semoga segera dilakukan perbaikan," harapnya.
Warga Tambaklorok lainnya, Vonas mengatakan, dengan kondisi jalan yang rusak dan tergenang air, minat masyarakat untuk menuju pasar ikan menurun drastis. Hal itu menyebabkan penurunan pendapatan dari pedagang ikan, karena pengunjung sepi.
Ia juga mengeluhkan pasar sementara yang jauh dari lokasi pasar ikan. Ia berharap agar pemerintah mengkaji ulang lokasinya dan pembagian lapak pedagang.
"Kami ini pedagang ikan kok malah tidak diakomodir di tempat relokasi, yang pedagang ikan kok malah berjualannya dipinggir jalan," keluhnya.
Ia mempertanyakan realisasi proyek nasional wisata bahari Tambaklorok. Apabila jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan tersebut tidak kunjung dibenahi, dikhawatirkan proyek nasional akan terganggu.
"Kami berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan pembetonan di jalur tersebut," harpanya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mengunjungi lokasi tersebut, Rabu (21/2/2018), meminta agar warga bersabar dan menunggu upaya dari pemerintah melakukan perbaikan jalan akses menuju Kampung wisata bahari dan pasar ikan TPI Tambaklorok.
"Setiap pembangunan membutuhkan waktu, sehingga mesti sabar dulu ini masih terus berlanjut untuk pembetonan jalan," kata Hendi, sapaannya.
Proyek pembangunan Kawasan pemukiman nelayan Tambaklorok Kota Semarang telah dianggarkan Rp 47 miliar. Adapun pengerjaannya dibagi menjadi tiga pekerjaan yakni pembuatan ruang terbuka hijau, revitalisasi pasar dan betonisasi jalan menuju Kampung Bahari.
"Nanti semua kerusakan itu akan terselesaika. Hanya butuh waktu," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-tambaklorok-rusak_20180221_185217.jpg)