Hujan Tangis di Kamar Mayat Korban Truk Rem Blong di Banyumanik
Suasana duka selimuti ruang tunggu kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Reporter Tribun Jateng, Reza Gustav
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana duka selimuti ruang tunggu kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Semarang.
Wasiyanti, warga RT 5 RW 2 Pakintelan Gunungpati, Semarang, menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Banyumanik, tepatnya di Traffict Light depan Terminal Banyumanik Semarang, Rabu (22/2/2018) pagi tadi.
Jenazah Wasiyanti kemudian langsung dibawa ke RSUP Dr Kariadi, sementara korban lainnya yang luka-luka dibawa ke RS Hermina Banyumanik dan ada juga yang ke RSUP Dr Kariadi.
Saat berita ini ditulis, pukul 12.00 WIB, keluarga dan rekan Wasiyanti sedang berkumpul di ruang tunggu kamar jenazah RSUP Dr Kariadi.
Suasana duka pun menyelimuti ruang tunggu, tersengar pula isak tangis dari beberapa rekan dan seorang suami.
Devi (43), seorang kerabat dekat korban, mengaku sangat kaget atas kejadian ini.
Pasalnya, pada pagi ini Wasiyanti hendak pergi bekerja di rumah Devi di daerah Ngesrep, Kota Semarang berboncengan bersama suaminya menggunakan sepeda motor.
“Yanti (Wasiyanti) sering menjahit di tempat saya, masih ada beberapa jahitan yang ingin dia selesaikan hari ini. Saya sangat tidak menyangka ini terjadi,” ungkapnya seraya menangis terisak.
Dia bercerita bahwa Wasiyanti adalah seorang yang rajin memiliki inisiatif yang tinggi.
“Dia itu rajin, sangat rajin. Inisiatifnya tinggi, sebelum diberi tugas dia sudah mulai bekerja. Saya benar-benar sedih,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kamar-mayat-rsup-dr-kariadi_20180222_132939.jpg)