Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KONTROVERSI! Kata-kata Duterte Soal Pakai Kondom seperti Makan Permen dengan Bungkusnya

Makan permen ini, jangan dibuka bungkusnya. Seperti itulah memakai kondom, seperti makan permen dengan bungkusnya

TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

TRIBUNJATENG.COM, MANILA — Di tengah laporan soal meningkatnya penderita HIV/AIDS di Filipina, Presiden Rodrigo Duterte malah tidak mendorong warganya melakukan hubungan seks yang aman.

Duterte malah mengatakan, sebaiknya warga Filipina tidak menggunakan kondom dalam berhubungan seks karena mengurangi kenikmatannya.

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Duterte dalam pidatonya yang membahas pengendalian populasi rakyat Filipina.

"Kalian bisa mendapatkan pil dengan gratis. Jangan pakai kondom karena tidak enak," kata Duterte seperti dikutip CNN Philippines.

Baca: Ketahuan Selingkuh Istri, Pria di India Ini Mengalami Hal Mengerikan tentang Kejatanannya

Dia kemudian mengeluarkan sebutir permen dan tanpa membuka bungkusnya dia memasukkan permen itu ke dalam mulut.

"Makan permen ini, jangan dibuka bungkusnya. Seperti itulah memakai kondom, seperti makan permen dengan bungkusnya," tambah Duterte.

Dia kemudian menyarankan para tenaga kerja perempuan yang baru pulang ke Filipina untuk memilih kontrasepsi suntik karena disebut tak akan memengaruhi libido mereka.

Human Rights Watch (HRW) mengecam pernyataan Presiden Duterte yang mengabaikan pentingnya penggunaan kondom.

"Daripada menyebut kondom mengurangi kenikmatan hubungan seks, Duterte harus mengambil langkah nyata untuk menjaga kesehatan rakyat Filipina dengan menelurkan kebijakan yang mempermudah akses rakyat mendapatkan kondom," demikian HRW.

Pernyataan Duterte ini muncul di saat Kementerian Kesehatan Filipina menemukan bahwa jumlah kasus penderita HIV di negeri itu terus meningkat.

Baca: PEMAIN BARU PSIS: Akhlidin Israilov Dikabarkan Sudah Berangkat menuju Samarinda

Kasus HIV di negeri itu melonjak sebanyak 3.147 persen dalam kurun waktu 2007 hingga 2017.

Dalam laporan yang dirilis bulan ini, tercatat 11.103 kasus baru dilaporkan pada 2017. Angka itu meningkat 19,85 persen dibanding tahun sebelumnya. (Ervan Hardoko/Kompas.com)

Sumber: Daily Mail

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved