Breaking News:

Pati Bumi Mina Tani

5 Desa Ngehits Ini Jadi Rintisan Desa Wisata di Kabupaten Pati

Geliat perkembangan wisata di Kabupaten Pati, berbuah manis. Saat ini, ada lima desa yang akan menjadi rintisan desa wisata

Editor: m nur huda
Humas Pemkab Pati
Kepala Disporapar Pati, Sigit Hartoko saat paparan dalam acara Peningkatan Kualitas Wisata Alam dan Wisata Kuliner di Kabupaten Pati, Kamis (22/2/2018), di Hotel Safin. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Geliat perkembangan wisata di Kabupaten Pati, akhirnya berbuah manis. Saat ini, ada lima desa di kabupaten ini, yang akan menjadi rintisan desa wisata.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pati, Sigit Hartoko saat paparan dalam acara Peningkatan Kualitas Wisata Alam dan Wisata Kuliner di Kabupaten Pati , Kamis (22/2/2018), di Hotel Safin.

Kelima rintisan desa wisata itu di antaranya Desa Gunungsari Tlogowungu dengan wisata hutan pinusnya, Desa Sitiluhur Gembong dengan wisata Gunung Rowo, Desa Duren Sawit Kayen dengan wisata bukit pandang.

"Kemudian ada Desa Jimbaran Kayen dengan wisata Goa Pancur serta Desa Bageng Gembong dengan wisata jeruk pamelonya," urai Sigit melalui siaran persnya pada Tribunjateng.com, Minggu (25/2/2018).

Di hadapan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Regional II area IV Kementerian Pariwisata Edy Susilo, Sigit menjelaskan, beberapa tahun lalu Desa Talun Kayen telah menjadi desa wisata dan diresmikan oleh Gubernur Bibit Waluyo saat itu.

"Desa Talun terkenal dengan seribu kolam, dinilai cukup unik dan menarik. Demikian dengan lima desa rintisan ini, masing- masing punya keunikan sehingga perlu dikembangkan," jelas kepala Disporapar yang khas dengan rambut putihnya.

Pada prinsipnya rintisan desa wisata, menurut Sigit ada beberapa hal yang mesti dimiliki desa tersebut.

Di antaranya arus mempunyai kekhasan tertentu, unik dan ada faktor pembeda dengan desa wisata yang lain.

Disamping itu harus ada atraksi dan kelompok sadar wisata serta kemauan yang besar dari masyarakat sekitar sehingga bisa tercipta desa wisata.

"Konsep desa wisata bisa datang dari keinginan desa setempat atau top down dari Pemkab untuk mendorong terciptanya desa wisata di kabupaten Pati," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved